Netral English Netral Mandarin
03:00wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Walkot Serang Ngotot Larang Warung Buka, Terkait Kasus Gratifikasi Anaknya? DS: Saya Selalu Curiga kalau Pake Narasi Agama

Minggu, 18-April-2021 09:07

Kolase Denny Siregar dan Wali Kota Serang
Foto : Istimewa
Kolase Denny Siregar dan Wali Kota Serang
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar curiga ada sesuatu di balik ngototnya Wali Kota Serang melarang  warung buka di siang hari selama Ramadan. Ia pun mengunggah berita dengan mengaitkan kasus gratifikasi yang membelit putra Sang Wali Kota. 

“Saya selalu curiga, kalau mendadak pake narasi agama, biasanya ada yang disembunyikan untuk mencari simpati atau alihkan perhatian..,” kata Denny Siregar, Sabtu malam (17/4/21).

Sebelumnya diberitakan, banyak pihak yang menganggap langkah Pemerintah Kota Serang ah Kota Serang yang melarang warung makan buka di siang hari dianggap berlebihan dan intoleran.

Sebenarnya, pelarangan untuk buka di siang hari tersebut hanya berlaku selama bulan suci ramadhan, dimulai dari pukul 04.30 Wib sampai pukul 16.00 Wib.

Walikota Serang Syafrudin menanggapi santai protes warganet. Ia menegaskan kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan pihaknya dengan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah).

"Itu sudah hasil kesepakatan Forkopimda, MUI dengan Kemenag," Syafrudin saat ditemui di Setda Kota Serang, Jumat (15/4).

Dirinya ditegaskan Syafrudin, tidak akan merubah kebijakan tersebut, meski dirinya menyadari bahwa di Kota Serang bukan hanya ada orang Islam saja.

"Memang kami menyadari bahwa di Kota Serang bukan hanya ada Islam saja, ada juga agama lain. Kalau sementara ini edaran itu kesepakatan bersama, tidak bisa ditawar lagi, sudah kita edarkan," katanya.

Politisi PAN tersebut meminta masyarakat untuk menghargai orang yang sedang menjalankan ibadah puasa

"Kalau ada hal-hal umpamanya agama lain, wanita hamil dan sebagainya untuk menghargai yang puasa dulu, jadi makan di rumah," demikian Syafrudin dinukil Rmol Banten.

Kasus Gratifikasi Anak Wali Kota

Sementara sebelumnya diberitakan pula bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Sandy Bela Sakti, anak Walikota Serang, Syafrudin. 

Pemeriksaan terhadap Sandy Bela Sakti tertuang dalam surat permintaan keterangan Kejagung bernomor B-41/F.2/Fd.1/01/2021 pada 19 Januari 2021.

Anak orang nomor satu di Pemkot Serang tersebut diperiksa diduga menyangkut perkara gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Serang. Bahkan, Wali Kota Serang, Syafrudin, tidak tertutup kemungkinan turut diperiksa Kejagung. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Sandy Bela Sakti.  

"Iya benar, kami telah melakukan pemanggilan saudara Sandy Bela Sakti untuk dimintai keterangan," ungkap Leo, Senin (1/2). 

Pemanggilan ini, tambah Leo, masih penyelidikan untuk dugaan perkara di lingkungan Pemkot Serang. 

"Ini masih penyelidikan, kami masih mengumpulkan bahan dan keterangan dari berbagai pihak," tambah Leo. 

Namun Leo belum mengungkap perkara yang tengah dilakukan Kejagung di lingkungan Pemkot Serang. 

"Nanti dulu ya, ini masih penyelidikan," ujar Leo. 

Selain Sandy Bela Sakti, Kejagung telah melakukan pemanggilan terhadap tujuh orang terkait kasus yang tengah didalami Kejagung. Leo juga belum mau menjawab apakah kasus ini juga nantinya akan melibatkan Walikota Serang Syafrudin, orang tua dari Sandi Bela Sakti. 

"Keterangan tambahan nanti saja ya, ini masih penyelidikan," ujar Leo. 

Sementara itu, Kordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Maki) Boyamin Saiman mengatakan Kejagung harus bergerak cepat terhadap kasus ini. 

"Kejagung harus bergerak cepat karena ini perintah undang-undang. Setiap perkara yang ditemukan bukti awal, Kejagung harus bergerak cepat," ungkap Boyamin. 

Selain itu, Boyamin menilai gratifikasi juga bagian dari korupsi. 

"Gratifikasi juga bagian korupsi. Seharusnya gratifikasi dan pencucian uang," tambah Boyamin seperti dilansir Media Indonesia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto