Netral English Netral Mandarin
19:52wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Wasekjen PA 212 Rela Tak Digaji Kalau Jadi Wapres, Netizen: Gw Dukung Ah, Jarang-Jarang Ada Orang Gila Mau Jadi Wapres...

Minggu, 15-Agustus-2021 07:22

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin
Foto : Istimewa
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyatakan siap maju sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Seperti diberitakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut digadang-gadang bakal maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 mendatang.

Novel bertekad, jika lolos menjadi kandidat capres dan terpilih di Pilpres 2024, maka ia akan mengabdikan seluruh hidupnya demi bangsa dan negara.

Tak hanya itu, Ketua DPP bidang dakwah Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) rela tak digaji kalau menjabat sebagai wakil presiden.

 

"Saya harus siap berkorban untuk negara dan bangsa. Jangankan tidak digaji sebagai wapres, bahkan saya pernah masuk penjara melawan penista agama ketika itu," pungkas Novel.

 

Terkait hal itu seorang netizen dengan akun @jaulfk mengaku siap mendukung keinginan Novel tersebut.

 

"Gw dukung ah, jarang jarang ada org gila mau jadi wapres.... Amanjing bgt, tulis @jaulfk di akun Twitternya, Minggu (15/8/2021).

 

Novel mengatakan, alasan dirinya bersedia maju di Pilpres lantaran merasa terpanggil untuk menyelematkan bangsa ini dari rezim sekarang yang menurutnya telah dikuasai oleh pengkhianat yang tunduk pada asing dan aseng.

 

"Karena saat ini saya melihat rezim ini dikuasai oleh para pengkhianat negara dan Pancasila, sampai-sampai penegak Pancasila (ulama) dikriminalisasi," katanya.

 

"Dan negara ini sudah dikuasai para pengkhianat bangsa yang menjadi jongos para asing dan aseng sehingga negara ini harus diselamatkan," katanya lagi.

Reporter : Nazaruli
Editor : Sesmawati