3
Netral English Netral Mandarin
20:35 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Waspada Hujan dan Banjir, DT: Kalau Ada Anies Pencitraan, Tenggelamin Aja

Rabu, 24-Februari-2021 10:30

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi Dewi Tanjung
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PDIP Dewi Tanjung imbau kepada masyarakat agar waspada hujan extrem dan banjir. Dewi katakan, berdasarkan pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hari ini (24/2/2021), intensitas hujan sangat tinggi dan siaga banjir.

Dewi imbau pada masyarakat apabila ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang datang ke suatu kawasan untuk pencitraan agar ditenggelamkan.

"Kalo ada si Anis datang ke daerah kalian untuk pencitraan Tenggelamin aja masukin ke gorong2 lalu buang ke laut

Di jamin ngga melawan sunatullah," kata Dewi, dikutip dari cuitannya, Rabu (24/2/2021).

 

Sebelumnya, Dewi juga sempat komentari banjir yang terjadi di Ibu Kota DKI Jakarta. Dia mengkritisi tindakan Gubernur Anies dalam menangani banjir di Jakarta.

Dewi sampaikan sarkasme bahwa Jakarta bukan alami banjir, tapi alami keadaan air yang lagi berkumpul-kumpul saja. Dia lanjutkan bahwa banjir bukan salah Anies, tapi salah air yang datang berkumpul melanggar protokol kesehatan.

"Anis Kan Gubernur hebat yang Selalu mendapatkan Piagam penghargaan. Kali ini Anis akan mendapatkan Piagam Gubernur yg mampu melawan Sunnatullah," kata dia.

Pernyataan ini disampaikan Dewi, menyindir pernyataan Anies beberapa tahun yang lalu sebelum menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat itu Anies sempat memberikan tanggapan terkait banjir di Jakarta. Berikut kutipan pernyataan yang pernah disampaikan Anies: 

"Dan ini aneh. Betul-betul aneh. Ini bukan kampanye, tapi saya sampaikan di sini.

Di satu sisi menyiapkan jalur-jalur air untuk dikirim ke laut, di sisi lain, di lautnya dipasang dengan pulau reklamasi. Tinggal tunggu jadi rob. Air balik. 

Dan ini melawan sunatullah. Kenapa? Air itu turun dari langit ke bumi, bukan ke laut. Harusnya dimasukkan ke dalam bumi. Dimasukkan ke dalam tanah. 

Di seluruh dunia itu air jatuh dimasukkan ke tanah. Bukan dialirkan pakai gorong-gorong raksasa ke laut. Jakarta telah mengambil keputusan yang fatal," terang Anies. 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati