Netral English Netral Mandarin
16:53wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Waspada, Infeksi Ulang Covid-19 Akibatkan Penyakit Lebih Buruk 

Selasa, 13-April-2021 10:00

Ketua Satgas Covid-19 dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Profesor Zubairi Djoerban.
Foto : Istimewa
Ketua Satgas Covid-19 dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Profesor Zubairi Djoerban.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satgas Covid-19 dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Profesor Zubairi Djoerban angkat bicara terkait kasus reinfeksi atau infeksi ulang Covid-19 yang muncul belakangan.

Dia menjelaskan, masyarakat tidak dapat mengandalkan kekebalan yang diperoleh dari infeksi alami untuk sebuah kekebalan kawanan alias herd immunity.

Gelombang baru pandemi di berbagai negara juga memberi tahu, bahwa kekebalan kawanan memang belum sepenuhnya tercapai. Hal itu menguatkan temuan-temuan yang menyatakan bahwa varian baru dapat lolos dari kekebalan infeksi alami.

"Perlu juga dicatat. Beberapa studi menunjukkan kalau infeksi ulang Covid-19 justru mengakibatkan penyakit yang lebih buruk daripada infeksi pertama," tegas dia, dikutip dari cuitannya, Selasa (13/4/2021).

Temuan studi itu mengingatkan masyarakat agar praktik protokol kesehatan harus tetap dilakukan meski statusnya sebagai penyintas.

Menurutnya, dengan munculnya kasus-kasus reinfeksi, maka akan jadi kunci untuk memahami vaksin mana yang mampu memberikan kekebalan kawanan. 

"Yang jelas, vaksin yang ada saat ini mungkin tidak mencegah infeksi ulang, tapi bisa mencegah penyakit yang serius dan mematikan," kata Prof Zubairi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP