Netral English Netral Mandarin
02:50wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Waspada, Ini Organ Tubuh yang Diserang Jamur Hitam!

Rabu, 26-Mei-2021 12:30

Waspadai Jamur hitam bagi organ tubuh.
Foto : Startup
Waspadai Jamur hitam bagi organ tubuh.
41

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (Satgas Covid-19 PB IDI) Prof Zubairi Djoerban katakan, ada banyak organ tubuh yang bisa terdampak oleh jamur hitam. 

"Banyak. Bisa hidung yang awalnya menyebabkan mimisan, kerusakan pada langit-langit di atas lidah, kelainan mata yang bikin jadi berbayang, dan bisa juga masuk ke otak, yang menyebabkan strok," jelas Prof Zubairi, dikutip dari cuitannya, Rabu (26/5/2021).

Kata Prof Zubairi, keadaan itu yang dihadapi oleh para pasien Covid-19 di India. Data terbaru di India, ada lebih dari 8.800 kasus jamur hitam yang mematikan di tengah kasus Covid-19 yang terus meningkat. 

"Penyakit ini menjangkiti ribuan pasien Covid-19, baik yang sudah pulang dari rumah sakit ataupun dalam tahap pemulihan," ujar dia. 

Jamur hitam sendiri merupakan jamur yang amat halus wujudnya dan hanya bisa dilihat oleh mikroskop. Jamur hitam ini juga ada di mana-mana, misalnya di tanah dan di bahan organik, seperti daun.

Istilah kedokteran untuk jamur hitam ini adalah mukormikosis, yaitu infeksi jamur yang langka. Biasanya penyakit ini tidak melahirkan ancaman serius bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik. Tapi kondisinya bisa beda dengan orang berdaya tahan tubuh lemah, contohnya pasien lupus, diabetes, kanker, penerima transplantasi organ atau sel induk, dan penggunaan steroid jangka panjang.

Lantas apa hubungan jamur hitam dan Covid-19?

"Pasien Covid-19 itu kan juga mendapatkan obat dalam penanganannya. Misalnya obat antibiotik. Nah, kalau terlalu lama, juga bisa menyebabkan keseimbangan antara kuman dan berbagai bakteri di tubuh jadi terganggu," jelas Prof Zubairi.

Meski demikian, dijelaskan Prof Zubairi bahwa serangan jamur hitam ada obatnya. Diantaranya Amphotericin B. Dia teringat pada era HIV/AIDS sedang menjadi isu besar dan belum ada obat Antiretroviral, jamur itu jadi sosok yang menakutkan.

"Saat itu pasien HIV/AIDS banyak memakai obat Ketoconazole, Itraconazole, termasuk Amphotericin B," tukas dia. 

Untuk menghindari gangguan itu, Prof Zubairi mengajak masyarakat untuk jaga kebersihan, termasuk kebersihan masker. Menurutnya masker harus sering diganti dan jangan dipakai berulang. Jika digunakan selama berhari-hari tentunya ada risiko pertumbuhan jamur di masker yang akan memengaruhi kulit, hidung, mulut, dan paru-paru.

"Karakter jamur hitam ini teman, tapi karena dia menginfeksi secara oportunis, maka ketika tubuh lagi lemah, ya dia akan jadi jahat. Bisa merusak organ tubuh. Istilahnya, Anda punya duit kita teman, Anda miskin gue injak. Kira-kira begitu," jelas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani