Netral English Netral Mandarin
15:43wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Waspada Jika Mengalami Gejala Ini, Berarti Anda Kekurangan Tembaga

Rabu, 12-Mei-2021 22:45

Konsumsi Tembaga di antaranya berfungsi membantu menjaga metabolisme yang sehat
Foto : Sehatq
Konsumsi Tembaga di antaranya berfungsi membantu menjaga metabolisme yang sehat
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pernah mendengar mineral berjenis tembaga? Jika pernah, mungkin Anda akan mengasosiasikannya ke industri pertambangan. Padahal dalam bidang nutrisi, tembaga termasuk mineral yang dibutuhkan oleh tubuh selain kalsium, zat besi, kalium, maupun magnesium. Tembaga adalah termasuk mineral esensial yang memiliki banyak peran dalam tubuh manusia. 

Dilansir dari WebMD, tembaga di antaranya berfungsi membantu menjaga metabolisme yang sehat, meningkatkan tulang yang kuat dan sehat, serta memastikan sistem saraf bekerja dengan baik. Meskipun kekurangan tembaga jarang terjadi, tampaknya saat ini ada lebih sedikit orang yang mendapatkan cukup mineral tersebut. 

Tidak mengonsumsi cukup tembaga dari makanan pada akhirnya dapat menyebabkan defisiensi tembaga yang bisa berbahaya. Penyebab kekurangan tembaga lainnya, termasuk menderita penyakit celiac, operasi yang memengaruhi saluran pencernaan, dan terlalu banyak mengonsumsi seng karena seng bersaing dengan tembaga untuk diserap tubuh. 

Gejala kekurangan tembaga Jumlah kebutuhan tembaga harian pada masing-masing orang memang bisa berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, dan faktor risiko lainnya. Tapi secara umum, orang dewasa, baik pria maupun wanita membutuhkan asupan tembaga kurang lebih 900 mcg per hari. 

Dilansir dari Health Line, beberapa kondisi berikut bisa jadi pertanda atau gejala tubuh Anda kekurangan tembaga antara lain; Kelelahan dan rasa lemah, sering sakit, tulang lemah dan lebih rapuh, masalah dengan ingatan dan pembelajaran, kesulitan berjalan, kepekaan terhadap suhu dingin meningkat, kulit pucat, rambut beruban lebih dini, dan terakhir kehilangan penglihatan.

 

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani