Netral English Netral Mandarin
16:18wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Waspada, Pasca Terinfeksi Covid-19 Bisa Alami Penyakit PASC yang Menetap

Selasa, 30-Maret-2021 20:21

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Zubairi Djoerban SpPD-KHOM
Foto : Istimewa
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Zubairi Djoerban SpPD-KHOM
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Zubairi Djoerban SpPD-KHOM angkat bicara soal Long Covid yang sebutannya sudah diganti menjadi Post Acute Sequelae of SARS-CoV-2 (PASC).  

Studi menunjukkan bahwa 1 dari 3 yang terinfeksi SARS-CoV-2 akan mengalami PASC. Ini termasuk mereka yang tidak memiliki gejala awal penyakit Covid-19.

"PASC adalah suatu penyakit yang ditandai dengan gejala sisa (sequelae) atau kerusakan setelah kesembuhan," kata Prof Zubairi, Selasa (30/3/2021).

Kata Prof Zubairi, penyakit itu “menetap” setelah masa sembuh dari infeksi Covid-19. Gejala sisa ini diketahui bisa dialami dalam jangka panjang oleh penyintas Covid-19.

Biasanya gejala Covid-19 itu menghilang sekitar 2-4 minggu setelah dinyatakan sembuh. Namun, ada sekelompok orang yang masih mengalami gejala-gejala Covid-19 selama satu bulan sampai dengan beberapa bulan. Menurutnya, itu cukup banyak dan bisa sekitar 20 persen.

Dari studi didapati bahwa sekitar 10 persen yang mengalami PASC adalah orang dewasa yang berusia 49 atau lebih muda. Mereka mengalami gejala-gejala Covid-19 pada hari ke-28 dan seterusny, yang seharusnya sudah hilang.

Persentase ini naik menjadi 22 persen untuk usia lanjut, yaitu orang yang berusia di atas 70. Seseorang dengan gejala Covid-19 yang berat, juga akan berisiko mengalami PASC ini. 

Ada lima gejala spesifik penyintas Covid-19 yang berisiko mengalami PASC. Diantaranya kerap merasa fatigue, sakit kepala berat, napas pendek (dispnea), suara serak, dan nyeri otot. Itu merupakan keluhan-keluhan yang mungkin sekali akan berlanjut menjadi jangka panjang.

"Apakah pengobatan yang standar cukup untuk atasi PASC? Enggak. Kalau sering sesak, dokter memang akan memberikan inhalasi," tegas dia.

Obat-obat inhalasi saja tidak cukup kalau tidak disertai hidup sehat. Mereka yang alami ini harus olahraga dan makan sayur serta buah.

Selain itu, harus berupaya menghindari debu, rokok, dan asap sampah atau apapun yang memudahkan timbulnya batuk dan sesak. 

"Saran tambahan dari saya, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk tindakan yang tepat untuk pemulihan Anda," pesan dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati