3
Netral English Netral Mandarin
00:07 wib
Ketua Majelis Tinggi Partai Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku merasa bersalah karena pernah memercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko ketika masih menjadi presiden. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengucapkan terima kasih setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres luar biasa (KLB) kubu kontra-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Waspada! Remaja Putri Berisiko Tinggi Anemia, Ini Dampaknnya

Rabu, 27-January-2021 13:05

Guru Besar UI Prof dr Endang L Achadi, MPH, DrPH
Foto : Netralnews-Martina Rosa Dwi Lestari
Guru Besar UI Prof dr Endang L Achadi, MPH, DrPH
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Guru Besar UI Prof dr Endang L Achadi, MPH, DrPH mengatakan, remaja putri berisiko tinggi alami Anemia. Salah satu penyebab utamanya adalah defisiensi zat besi.

Mengapa remaja putri? Remaja putri yang memasuki masa pubertas mengalami pertumbuhan pesat sehingga kebutuhan zat besi juga meningkat untuk membantu pertumbuhan. Sementara asupan makanan mungkin tidak mengandung zat gizi yang cukup untuk kebutuhan yang meningkat tajam.

“Remaja putri yang sudah mengalami haid juga akan kehilangan darah setiap bulan sehingga membutuhkan zat besi lebih banyak dibanding remaja putra. Sebagian remaja putri juga kadang−kadang mengalami gangguan haid seperti haid yang lebih lama dari biasanya atau lebih banyak dari biasanya,” jelas Prof Endang saat konferensi pers virtual saat Temu Media Hari Gizi Nasional yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru−baru ini.

Alasan lain terjadi anemia pada remaja putri, karena banyak remaja putri melakukan diet yang keliru yang bertujuan untuk menurunkan berat badan. Diet yang dilakukan diantaranya mengurangi asupan protein hewani, padahal protein terutama protein hewani dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin darah.

Lantas, apakah sebenarnya Anemia itu? Anemia ternyata merupakan keadaan dimana konsentrasi Hemoglobin (Hb) yang berada di dalam sel darah merah, lebih rendah dari seharusnya. Yaitu: Hb

“Hb ini merupakan pembawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk otak dan otot. Bila Hb rendah maka oksigen yang dibawa kurang dan jaringan kekurangan oksigen,” ujar Prof Endang.

Keadaan jaringan yang kekurangan oksigen ini lantas menunjukkan gejala 5 L, yakni Lemah, Letih, Lesu, Lunglai, Lalai. Gejala lain yang muncul adalah pusing, rasa berputar−putar, nafas pendek, dan lainnya.

Bagi remaja, rendahnya Hb berdampak pada produktivitas dan prestasi yang turun. Urutan dampaknya adalah menurunkan konsentrasi belajar, menurunkan produktivitas, imunitas turun dan menyebabkan mudah menderita penyakit infeksi, serta menurunkan kesegaran tubuh.

Maka dari itu remaja putri diimbau mencegah Anemia dengan konsumsi makanan dengan gizi seimbang, konsumsi Tablet Tambah Darah, serta menjaga kebersihan. “Karena kecacingan dapat menyebabkan Anemia,” sambung dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian