Netral English Netral Mandarin
19:30wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Waspadai Stres Pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Jika Buah Hatinya Tunjukkan Tanda-tanda Seperti Ini

Minggu, 25-Juli-2021 04:00

Ilustrasi stres pada anak.
Foto : Istimewa
Ilustrasi stres pada anak.
35

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rasa khawatir dan cemas tidak hanya dirasakan oleh orangtua saat pandemi COVID-19, anak-anak pun bisa menunjukkan gejala stres yang sayangnya sering diabaikan.

Psikolog klinis anak dan keluarga dari Halodoc, Samanta Elsener mengatakan bahwa anak tidak seperti orang dewasa yang dapat mengungkapkan perasaannya dengan mudah. Oleh karenanya, orangtua harus peka terhadap perubahan perilaku anak.

"Kita benar-benar harus bisa melihat dari perilakunya, apa yang berubah dari anak," ujar Samantan dalam webinar "Healthy Kids Healthy Family", Sabtu (24/7/2021).

Gejala umum yang menunjukkan anak mengalami gangguan kesehatan mental di antaranya adalah emosi naik-turun, tidak mau sekolah (jika sudah usia sekolah), demotivasi, pola tidur berubah dan tiba-tiba pilih-pilih makanan.

Di sini, peran orang tua adalah memastikan bahwa kebutuhan anak bisa terpenuhi dan emosinya tersalurkan. Orang tua juga harus bisa berkomunikasi dengan anak dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami.

"Mau enggak mau ya orangtua harus jeli melihat kebutuhan anak, anak butuhnya apa sih, apakah kalau cranky aja kita udah bisa kita klasifikasikan sebagai anak yang lagi stres atau dia mengalami fase-fase sensory meltdown (tantrum) atau kelebihan informasi-informasi yang diproses di otak tengah," kata Samanta.

Samanta juga menyebutkan beberapa gejala lain yang lebih berat saat anak mengalami gangguan kesehatan mental seperti mulai ngompol padahal sudah lulus toilet training hingga melakukan sleep walking atau tidur berjalan.

"Itu indikasi ada kecemasan yang dirasakan oleh anak dan mengganggu dirinya. Lalu ada juga kondisi-kondisi yang mereka banting-banting barang, biasanya enggak pernah terus sekarang banting barang," ujar Samanta, seperti dilansir dari Antara.

Jika beberapa gejala di atas dialami oleh anak, maka orang tua disarankan untuk melakukan konsultasi ke psikolog atau psikiater.

"Tantangan-tantangan ini tidak hanya dialami oleh para orang tua di situasi pandemi. Orang tua sebaiknya mencari informasi terus, jangan yang enggak akurat tapi yang valid. Kalau dirasa informasinya kurang tolong jadwalkan dengan ahlinya agar bisa mendapatkan penanganan yang sesuai," katanya. 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP