Netral English Netral Mandarin
00:13wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Waspadai Tiga Gejala Baru Covid-19

Kamis, 25-Februari-2021 09:30

Seorang perempuan sedang melakikan vaksinasi Covid-19.
Foto : Antara Foto
Seorang perempuan sedang melakikan vaksinasi Covid-19.
58

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia beserta para ilmuwan terus meneliti tentang Covid-19 penyakit yang disebabkan oleh virus Corona. Penelitian melingkupi gejala Corona terbaru yang mungkin belum dipahami.

Gejala Corona tidak lagi hanya sekadar demam, batuk, dan sesak napas. Terdapat 3 gejala Corona terbaru yang mungkin kini belum Anda pahami, atau bahkan ketahui. Berikut di antaranya:

1. Parosmia

Mengutip dari Healthline, parosmia merupakan gangguan yang membuat penderitanya mengalami 'halusinasi penciuman' sehingga merasakan aroma-aroma aneh dan tidak familiar.

Sekitar 86 persen orang yang terinfeksi Covid-19 kehilangan indera penciumannya seperti ketika hidung tersumbat. Sejauh ini, penyebab parosmia pada pasien corona memang belum diketahui secara medis, namun tahap penelitian masih berlangsung.

Para ahli mengatakan, kondisi parosmia tidak akan permanen dan bisa pulih dengan beberapa bantuan pemancing seperti menggunakan minyak esensial atau suplemen tertentu dari dokter.

2. Delirium

Gejala Corona terbaru lainnya adalah delirium,yang menyerang mental penderitanya sehingga mengalami kebingungan disertai kondisi agak linglung.

Secara umum, delirium ini dialami oleh pasien corona dengan kelompok lanjut usia (lansia), dan gejalanya berkaitan dengan neurologis.

Menurut Javier Correa, peneliti dari University of Catalonia, kondisi delirium tidak hanya mengganggu mental, tapi juga bisa ke saraf pusat yaitu otak.

Ada 3 kemungkinan penyebab delirium, yaitu kurangnya pasokan oksigen ke otak, peradangan jaringan otak, atau virus memiliki kemampuan mengalir di dalam darah yang menuju otak.

3. Sakit Mata

Berdasarkan hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan di BMJ Open Ophthalmology, gejala terbaru Corona dan signifikan dari pasien corona adalah sakit mata.

Data lainnya menunjukkan bahwa sakit mata yang dirasakan penderita corona terbagi menjadi tiga, yaitu fotofobia (18 persen), sakit mata (16 persen) serta mata gatal (17 persen).

Rata-rata, permasalahan sakit mata pada pasien corona akan berlangsung selama kurang dari dua minggu. Sakit mata juga masuk ke dalam daftar gejala corona yang telah dirilis WHO.

Sejauh ini, penelitian mengenai penyebab sakit mata sebagai gejala corona masih terus diperdalam keabsahannya. Dari sekian banyak kasus yang sudah terjadi, gejala corona baru akan muncul sekitar 5-6 hari setelah seseorang pertama kali terinfeksi virus, tetapi bisa juga 14 hari pasca terinfeksi.

Apabila Anda atau di sekitar Anda ada yang mengalami gejala Corona terbaru dan kondisinya cukup serius, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan, supaya dapat ditangani secepat mungkin.

Gejala Corona terbaru saat ini semakin berkembang. Sebelumnya, indikasi seseorang terkena virus corona yaitu demam tinggi di atas 37 derajat celsius, batuk hingga sesak napas. Demikian dilansir dari CNN.

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian