Netral English Netral Mandarin
19:40wib
Kasus Covid-19 di Indonesia kembali menunjukkan adanya tren peningkatan. Polisi tidak menilang pengendara mobil-mobil mewah yang sengaja berhenti di Tol KM 02.400 Andara (Jalan Tol Depok-Antasari), Minggu (23/1/2022).
Wilayahnya Diterjang Banjir, Tokoh Papua: Kok Ganjar Sibuk dengan Teori Toleransi dan Radikal Radikul

Jumat, 19-November-2021 14:40

Gubernur Ganjar Pranowo
Foto : Istimewa
Gubernur Ganjar Pranowo
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah wilayah di Jawa Tengah mengalami banir rob. Hal ini membuat tokoh asal Papua, Christ Wamea menyindir Gubernur Ganjar Pranowo yang menurutnya malah sibuk dengan isu radikalisme.

“Masalah banjir tdk bisa diatasi kok Ganjar sibuk dgn teori toleransi dan radikal radikul,” kata Christ Wamea, Jumat 19 November 2021.

Sementara bersamaa, sejumlah permukiman di Pekalongan, Jawa Tengah terendam air. Banjir melanda Pekalongan akibat luapan sungai dan air laut (rob).

Sementara sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan sikap tegasnya untuk menolak kelompok radikal dan penolak Pancasila di Tanah Air. 

Dalam unggahan akun Twitter Sang Gubernur @ganjarpranowo pada Rabu (17/11/2021), dia menuliskan bahwa tidak ada toleransi bagi kelompok tersebut. 

"Karena ketika kita biarkan, mereka akan menggurita. Mari sama-sama waspada, mari sama-sama menjaga Indonesia," tulisnya. 

Kader PDIP tersebut juga menyertakan video, di mana Ganjar menceritakan ada kasus di Sragen, di mana siswa SMK mengibarkan bendera hitam. Dia pun segera mengejar sang anak. 

"Begitu terjadi kasus di Sragen, anak SMK di bawah saya ngibarin bendera hitam, saya kejar anak itu," kata Ganjar. 

Dia juga menyebutkan di beberapa sekolah terjadi penolakan hormat bendera. Jika di sekolah terdapat siswa yang menunjukkan sikap radikal, Ganjar meminta pihak sekolah untuk membina. 

"Kalau enggak bisa, kita ngobrol saja. Perlu enggak sekolah itu ditutup karena argumentasi penolakannya itu pokoknya tidak boleh hormat bendera?" 

Ganjar berpendapat, jika dibiarkan paham radikal akan semakin membesar. Oleh karena itu, dia menegaskan bagi para tenaga pendidik jika ada indikasi menganut paham radikal sedikit saja, yang terlihat dari unggahan di media sosial, maka yang bersangkutan harus mundur. 

"Kenapa ini kita lakukan dan musti tegas? Begitu kita toleran, [paham] itu menggurita. Siapa sih yang tidak dimasukin mereka?" ujar Ganjar dinukil Bisnis.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi