Netral English Netral Mandarin
08:23wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Wisata Ikonik, Yuk Kepoin Hanya Ada di Sini

Jumat, 23-April-2021 20:00

Istana atau Museum Pagaruyung.
Foto : Kemenparekraf
Istana atau Museum Pagaruyung.
27

TANAH DATAR, NETRALNEWS.COM - Wisata Ikonik? Bagi sebagian orang bisa jadi masih sangat asing dengan kata ikonik. Namun, keunikan Sumatera Barat menjadi salah satu pelopor untuk dijadikan wisata ikonik.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengunjungi Istana Baso Pagaruyung di Tanah Datar, Sumatra Barat. Menparekraf menilai kemegahan yang ada menjadikan Istana Baso Pagaruyung sebagai destinasi ikonik lainnya di Sumatra Barat. 

Istano Basa Pagaruyung  yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, merupakan sebuah istana yang terletak di jalan Sutan Alam Bagargasyah, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Istano Basa ini berjarak lebih kurang 5 KM dari pusat kota Batusangkar. Istana ini merupakan objek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat.

Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat waktu itu, Harun Zain. 

Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak (lahan) istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatannya. Pada akhir 1970-an, istana ini telah bisa dikunjungi oleh umum.

"Ke Sumatra Barat kalau tidak ke Istana Baso Pagaruyung belum sah namanya. Bukan hanya istana saja, di sini juga ada museum tenun dengan koleksinya yang indah," kata Menparekraf Sandiaga Uno, Jumat, (23/4/2021)

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldy dan Bupati Tanah Datar, Eka Putra.

Di kesempatan tersebut, Bupati Tanah Datar, Eka Putra menyampaikan beberapa rencana yang akan dilakukan pihaknya dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Datar.

Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan siap mendukung rencana-rencana pengembangan yang ada. Salah satunya melalui penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pariwisata.

"Kami sangat mendukung dan kami secara konkret menyiapkan DAK untuk tahun ini. Dan ada event berskala nasional di Tanah Datar yang sudah masuk dalam Kharisma Event Nusantara Kemenparekraf," kata Sandiaga.

Event tersebut adalah Festival Pesona Minangkabau yang rencananya akan digelar pada Juli mendatang. Festival Pesona Minangkabau merupakan acara tahunan yang juga diikuti kabupaten dan kota se-Sumatra barat serta provinsi tetangga seperti Jambi dan Kepulauan Riau.

Di tahun-tahun sebelumnya, festival ini tidak hanya menghadirkan pergelaran seni bernuansa Melayu dan Minangkabau, tapi juga ada kegiatan wisata lainnya. Seperti pacu jawi, pertunjukan tari kolosal, karnaval, dan lainnya.

Tahun ini Festival Pesona Minangkabau rencananya akan diselenggarakan di tiga lokasi. Selain di Istano Basa Pagaruyung, juga di Pasar Vander Capellen dan Gedung Suri Maharajo Dirajo.

Untuk itu Menparekraf mengingatkan agar kesiapan penyelenggaraan acara tersebut dapat dilakukan dengan baik. Terutama dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Serta yang tak kalah penting adalah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian, Satgas COVID-19, dan lainnya.

"Insyaallah nanti saya akan kembali hadir (Festival Pesona Minangkabau). Jadi itulah hasil kunjungan kita ke Istana Pagaruyung ini, pengembangan pariwisata yang sesuai dengan konsep pariwisata berbasis budaya dan alam," kata Sandiaga.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyambut baik dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Datar.

Rencananya DAK dari Kemenparekraf nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan lahan parkir di Istano Basa Pagaruyung serta tempat kios cenderamata UMKM.

"Kami juga akan membangun rumah-rumah adat yang nantinya akan difungsikan menjadi _homestay_," kata Bupati Eka Putra.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani