Netral English Netral Mandarin
12:03wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Wisata Rigis Jaya Siap Terima Wisman, Cocok untuk Agrowisata

Sabtu, 09-Oktober-2021 19:00

Desa Wisata Rigis
Foto : Kemenparekraf
Desa Wisata Rigis
6

LAMPUNG BARAT, NETRALNEWS.COM - Desa Wisata Rigis Jaya yang terletak di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, Lampung dinobatkan sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021.

Desa Wisata Rigis Jaya dinilai unggula karena memiliki daya tarik tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau dan budaya dengan kearifan lokalnya, tapi juga terdapat perkebunan kopi yang dibudidayakan secara baik oleh masyarakat setempat. Sehingga, desa wisata ini cocok dijadikan sebagai tujuan wisata edukasi dan agrowisata.

“Saya melihat satu potensi yang luar biasa untuk kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kita. Dengan adanya Kampung Wisata Rigis Jaya ini industri kopi menjadi penopang dari pergerakan ekonomi masyarakat, sehingga membuka peluang lapangan kerja,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat melakukan visitasi desa wisata, belum lama ini.

Desa Wisata Rigis Jaya sendiri jika ditempuh dari Bandara Internasional Radin Inten II Lampung, memakan waktu sekitar 3,5 - 4 jam perjalanan dengan jarak 183 km. Selama perjalanan, wisatawan disuguhi dengan pemandangan alam yang menyejukkan mata, karena dikelilingi sawah dan perbukitan hijau.

Dengan luas lahan perkebunan kurang lebih 498,34 hektare, tiap satu hektarenya rata-rata Desa Wisata Rigis Jaya bisa menghasilkan dua ton kopi. Sehingga produksi kopi robusta dalam setahun bisa mencapai 1.058 ton. Dengan potensi kopi yang sangat besar, tidak heran kalau Desa Wisata Rigis Jaya disebut sebagai Kampung Kopi andalan di Kabupaten Lampung Barat.

Karena mengusung konsep wisata edukasi dan agrowisata, wisatawan yang datang ke Desa Wisata  Rigis Jaya dapat mempelajari mengenai kopi mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan pascapanen, penyangraian, dan penyeduhan hingga menjadi sajian kopi yang nikmat. Rangkaian kegiatan ini memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk berinteraksi secara langsung dengan para petani, sehingga pengalaman yang diperoleh memberikan kesan tersendiri.

Selain mengolah kopi menjadi minuman, berbagai macam produk berbahan dasar kopi juga dibuat, seperti parfum kopi, hand sanitizer kopi, hingga lukisan yang terbuat dari ampas kopi. Daun kopi juga dimanfaatkan masyarakat untuk membuat produk eco print berupa tote bag, hijab, pakaian, dan kain.

Desa Wisata Rigis Jaya juga memiliki warisan yang masih terjaga hingga kini yaitu berupa kain motif Cilugam khas Lampung Barat. Kain ini biasanya digunakan untuk pesta adat. Motifnya perpaduan antara warna hitam, putih serta oranye.

Kemudian ada beragam budaya yang kental dengan kearifan lokal Lampung Barat, semisal arak-arakan dan tari sembah batin yang merupakan simbol penghormatan untuk para raja dan tamu istimewa.

Sebagai tamu istimewa, Menparekraf pun juga diarak dengan tandu khas para raja dari mulai pintu masuk menuju pendopo Desa Wisata Rigis Jaya. Lalu Menparekraf disambut antusias oleh masyarakat setempat diiringi dengan tari sembah batin.

Adapula kesenian khas lainnya dari desa ini yaitu tari sekura (tari topeng), yang sempat ditampilkan di depan Menparekraf. Dan gamolan pheking yang hampir menyerupai gamelan Jawa namun terbuat dari bambu.

Produk ekonomi kreatif yang dihadirkan di desa wisata ini pun beraneka ragam, ada pempek, tekwan, bakso bakar, es buah, madu, keripik pisang, keripik tempe, keripik pare, kerupuk nila, kue getuk, dan dodol.

Bagi wisatawan yang ingin menginap, terdapat homestay yang bersatu dengan kediaman warga. Satu homestay terdiri dari satu hingga dua kamar.

Dengan ragam daya tarik wisata yang dimiliki oleh Kampung Rigis Jaya, Menparekraf berharap the sound, the taste, the feel, the smell, the vibration, dan the resonace bisa diperkuat sehingga dapat dirasakan oleh wisatawan saat berkunjung ke desa wisata ini.

“Ini akan menjadi lokomotif dari keindahan Lampung Barat juga dukungan untuk produk ekonomi kreatif. Karena anak-anak muda sangat suka dengan ice coffee. Ice coffee itu sinonim dengan Lampung Barat. Jadi, belum menjadi pecinta ice coffee, kalau anak-anak muda belum datang ke Kampung Rigis Jaya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Menparekraf ke Desa Wisata Rigis Jaya. Ini memberikan semangat dan energi positif bagi masyarakat setempat untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas kopinya. Ia pun menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kampung Kopi, Lampung Barat.

“Saya sudah ada sekolah penggerak wisata, termasuk juga kita sudah bangun yang namanya sekolah kopi. Ini bukti bahwa bukan hanya kampung kopi, tetapi kita ingin meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi itu sendiri. Sehingga masyarakat dapat sejahtera,” katanya. 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P