• News

  • Wisata

Nikmatnya jadi Tamu Allah (Bagian Kedua)

Jamaah Umrah PT GWI saat berada di Jabal Uhud
Istimewa
Jamaah Umrah PT GWI saat berada di Jabal Uhud

MADINAH, NETRALNEWS.COM - Netralnews.com berkesempatan untuk menunaikan ibadah Umrah ke Tanah Suci Makkah dan Madinah. Netralnews bergabung bersama 12 Jamaah PT Global Wisata Idaman (GWI) yang berkantor di bilangan Blok M Jakarta.

Layaknya Travel Umrah lainnya, GWI untuk memanjakan Jamaahnya menyediakan Tour Kota Madinah ke sejumlah tempat-tempat yang dianggap punya nilai, utamanya nilai ibadah seperti Masjid Quba.

"Umrah" di Masjid Quba

Jamaah GWI telah bersiap sejak pagi hari usai sarapan untuk memulai Tour Kota Madinah. Bus Mazaya Tour telah siap mengantarkan Jamaah mengulik Kota tempat wafatnya Nabi Muhammad SAW itu dibimbing oleh Ustad Andika dan diberikan pemahaman oleh Muthowif muda Ustad Suhaeli.

Titik pertama yang dituju adalah Masjid Quba. Ini adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa Masjid Quba adalah masjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).

Masjid ini memiliki 19 pintu, tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Diseberang ruang utama masjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.

Ustad Suhaeli menjelaskan, Masjid Quba juga miliki keutamaan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang keluar dari rumahnya kemudian mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba kemudian salat di dalamnya, maka pahalanya seperti ia menjalankan umrah".

Suasana Salat Dhuha di Masjid Quba di Kota Madinah (Netralnews/Firman Qusnulyakin

Jadi Jamaah GWI pun langsung salat dhuha dua rakaat dan telah lakukan "Umrah" meski belum masuki Kota Suci Makkah Al Mukarramah. Usai salat, Sebagian Jamaah manfaatkan jeda waktu untuk melihat kondisi sekitar Masjid ini, termasuk berbelanja.

Setelah itu, Jamaah GWI pun diarahkan ke sejumlah tempat lainnya yaitu Kebun Kurma. Namun, sayangnya karena adanya perubahan regulasi dari Pemerintah setempat akhirnya Jamaah harus bergerak mencari Kebun Kurma lainnya.

Namun, memang faktanya sejumlah Kebun Kurma belum dibuka karena belum memasuki Peak Seasons Umrah yang kabarnya dimulai Bulan Desember hingga Februari.

Editor : Firman Qusnulyakin