• News

  • Wisata

Jual Likupang, Ini yang Dilakukan Kemenparekraf

Kecantikan Likupang memikat wisman.
Kemenparekraf
Kecantikan Likupang memikat wisman.

MANADO, NETRALNEWS.COM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimistis dapat mempromosikan destinasi super prioritas Likupang dan Sulawesi Utara kepada wisatawan mancanegara terutama wisatawan minat khusus olahraga diving.

“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertugas mempromosikan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Untuk Likupang, kami optimis dalam mempromosikannya karena tidak hanya menjual Likupang tapi juga Sulawesi secara keseluruhan,”ujar Sekreataris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Masruroh dalam siaran persnya Senin (2/12/2019).

Dalam acara tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 27-30 November 2019 membawa 15 wartawan dari berbagai media nasional untuk melihat langsung progress pengembangan destinasi pariwisata super prioritas Likupang, Sulawesi Utara.

Para wartawan tersebut juga hadir dalam diskusi bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Daniel A. Mewengkang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa Utara Audy F. Sambul, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf Masruroh, Kepala Bidang Pemasaran Area IV Asisten Deputi Pemasaran II Regional II Yulia, Kepala Bidang Komunikasi Media Digital Asisten Deputi Strategi Dan Komunikasi Pemasaran II Firnandi Gufron, Kepala Bidang Pemasaran Area IV Asisten Deputi Pemasaran II Regional I S. Utari Widyastuti, Kepala Bidang Pemasaran Area II Asisten Deputi Pemasaran II Regional IV Deni Priadi.

Kepala Bidang Pemasaran Area IV Asisten Deputi Pemasaran II Regional II Yulia menjelaskan untuk pasar Amerika, Sulawesi Utara, khususnya Likupang lebih menarik minat diver dibandingkan wisatawan biasa.

“Kriteria pasar Amerika di antaranya menyukai alam dan budaya, untuk wisatawan pada umumnya mereka mengenal Bali, tapi ketika kita mempromosikan Indonesia kepada diver berbeda sekali. Para diver ini memiliki pengetahuan yang sangat bagus soal Indonesia, juga Sulawesi Utara, seperti Lembeh dan Bunaken. Saat kami mengikuti pameran The Diving Equipment and Marketing Association (DEMA) Show 2019, kebetulan banyak pula pelaku industri Sulawesi Utara yang ikut serta, jadi memudahkan kami menjelaskan dan memperkenalkan Likupang, Lembeh, dan Bunaken kepada para diver ini,” ujar Yulia.

Menyadari Sulawesi Utara didominasi oleh kunjungan wisatawan asal China, Kemenparekraf juga melakukan promosi ke negara tersebut.

“Terakhir kami mengikuti China International Travel Mart (CITM) 2019 di Kunming pada 15 November 2019. Sesuai arahan Presiden RI, kami harus mempromosikan Likupang. Untuk itu, kami bekerja sama dengan Jember Fashion Carnival membuat pameran dengan tematik Minahasa Utara,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Area IV Asisten Deputi Pemasaran II Regional I S. Utari Widyastuti.

Utari melanjutkan setelah upaya promosi yang dilakukan Kemenparekraf, kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut wisatawan China sangat diperlukan. Bukan hanya terkait sarana dan prasarana, tapi juga bagaimana mengedukasi para wisatawan China ini untuk berwisata namun tidak merusak keindahan laut Sulawesi Utara.

“Kami menyadari jumlah wisatawan China cukup besar, namun pengetahuan tentang snorkeling dan diving mereka terbatas. Untuk itu, saya mengharapkan Pemerintah Daerah melakukan inovasi, selain membuat zonasi snorkeling sebagai bentuk edukasi. Apalagi di China, mereka memiliki zona laut yang terbatas,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Daniel A. Mewengkang menjelaskan hingga November 2019, jumlah kunjungan wisatawan China ke Manado sudah mencapai 129 ribu.

“Target kami pada 2019 mencapai 150 ribu, kami optimistis pada Desember setidaknya bisa 140 ribu wisatawan China yang datang berkunjung. Perhitungan kami tahun lalu dengan jumlah wisatawan China mencapai 127 ribu pada 2018 Sulawesi Utara mendapatkan pendapatan Rp1,5 miliar,” jelas Daniel.

Editor : Sulha Handayani