Netral English Netral Mandarin
18:12wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Wonderland Indonesia jadi Trending dan Viral, Ini Alasan Alffy Rev Munculkan Naga dan Bukan Garuda

Jumat, 20-Agustus-2021 18:00

Komposer Alffy Rev.
Foto : Youtube
Komposer Alffy Rev.
62

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Lini massa media sosial baik Youtube, Twitter, Facebook serta Instagram diramaikan dengan dua lagu trending dunia yakni This Is Indonesia karya Atta Halilintar dan Wonderland Indonesia karya Alffy Rev yang dibiayai oleh pengusaha pemuda hati Doni Salmanan.

“Kado Terindah telah lahir “Wonderlnd Indonesia" yang digarap oleh @alffy_rev dan team , saya bangga telah mengsupport meskipun dari jauh dan melihat dari jauh proses Maha Karya yang sangat luar biasa. Terima kasih bro @alffy_rev sudah mempercayai saya mensponsori karya ini. Teman teman ayo nonton sekarang di youtube Alffy Rev !!!,” tulis Doni, di akun Instagramnya, beberapa waktu lalu.

Video berdurasi sekitar 10 menit ini memperlihatkan aneka budaya Indonesia mulai dari lagu-lagu daerah, yang dinyanyiakn artis jebolan Indonesia Idol Novia Bachmidd, kemudan dipertontokan juga keindahan alam Indonesia, hingga irama rock sebagai latar belakang saat Presiden Soekarno memproklamirkan Kemerdekaan RI.

Suasana hening dan haru terasa saat para penyanyi membawakan lagu Padamu Negeri. Di akhir video, Alffy justru memeperlhatkan sosok seekor naga yang snap meegepak dan mememerngi musuhnya.

“Kenapa makhluk di scene akhir bukan “Garuda” ? Kenapa Naga ? Makhluk mitologis dalam scene terakhir “Wonderland indonesia” ini adalah manifestasi dari Antaboga (Ontobugo) dan Garuda.Makhluk mitologis dalam scene terakhir “Wonderland indonesia” ini adalah manifestasi dari Antaboga (Ontobugo) dan Garuda,” jelas Alffy.

Ia menambahkan, dalam pewayangan jawa kuno, Antaboga adalah raja ular penjaga perut bumi. Penguasa “dunia bawah”.

Sosok Antaboga atau Naga ini melekat pada budaya jawa dan bali. biasanya ada di ukiran gamelan, gerbang maupun gapura sebagai simbol “penjaga”.

Secara fisik Antaboga memang lebih menyerupai ular naga, tapi kita kembangkan dengan perpaduan gagahnya Garuda dengan sayapnya. Sebagai sebuah simbol penjaga dunia atas dan bawah.

Dan dikening terdapat simbol “Surya Majapahit” yang bermakna Dewata Nawa Sanga. Sembilan dewa penjaga disetiap penjuru mata angin.

"Kenapa tidak Garuda dengan Pancasilanya saja ? Garuda Pancasila adalah lambang negara yang tentunya sensitif jika di fantasikan secara purba. Karena lambang negara tersebut dilindungi undang-undang. Begitulah sedikit dongengnya,” pungkas Alffy.

Siapakah sebenarnya Alffy Rev ini?

Alffy Rev memiliki nama asli Awaalur Rizqi Al-Firori. Ia lahir pada 18 Juni 1995. Saat ini, usianya menginjak 26 tahun. Pria yang dikenal dengan karyanya memadukan musik elektronik dan gamelan ini lahir di Mojokerto, Jawa Timur.

Salah satu proyek tak terlupakan bagi Alffy adalah video lagu cover Asian Games 2018. Saat itu, ia dan 50 kru yang bertugas harus berkemah di Gunung Penanggungan, Jawa Timur, dengan membawa beragam alat musik tradisional seperti gamelan.

Hampir semua warganet memuji video buatan Alffy Rev ini. Tak sedikit yang merinding dan menangis serta berdecak kagum.

@Ardi_sofyan menulis, “bangsa yang selama ini tertidur namun punya wujud gagah perkasa, dan dibangunkan oleh seorang pemuda yang memiliki rasa cinta tanah air yang begitu besar, yang ingin kembali mengembalikan kejayaan bangsanya seperti dahulu agar tidak dipandang rendah oleh bangsa lain. MERDEKA!!.”

@Arisanti, “ Berkali kali nonton ini berkali kali itu juga mewek, Alffy you soooo cooool.”

@Fikakirana, “Pasti sudah dalam pemikiran dan filosofi yang mendalam untuk setiap scene yang ditampilkan. Salut untuk semua ide sampai pelaksanaannya. Love it! Love it! Love it!.”

@Moyamaya," Terimakasih lagu daerah saya jadi pembuka."

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P