Netral English Netral Mandarin
01:09wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Wow! JKW Bakal Stop Ekspor CPO-Bauksit dan Siap Hadapi Internasional, Netizen Malah Sebut JKW Setengah Dewa

Rabu, 13-Oktober-2021 15:39

Presiden Joko Widodo
Foto : Antara
Presiden Joko Widodo
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menyatakan akan menghentikan ekspor sawit mentah hingga bauksit agar bisa diolah dalam negeri. Ia bahkan siap menghadapi pihak internasional yang tak setuju dengan keputusannya. 

Sontak warganet riuh rendah menanggapi pernyataan tersebut. Di akun FB Mak lambe Turah, Rabu 13 Oktober 2021, bahkan ada yang menyebutnya manusia setengah dewa.

MLT: “Mantaaaap pakde.”

Anita Kanna: “Sehat sehat nggih bapaku tercinta Pak Presiden Joko Widodo.”

Dewi Fidia: “Pak Presidenku memang cerdas.”

Erwan Putra Sulung: “Andai sudah dijalankan sebelum 2020, mungkin Minerba jg bisa menjadi pendukung kekuatan ekonomi saat ini .”

Yudi Keceng: "Emang Jokowi benar2 Manusia Setengah Dewa. Tegas, Lugas & ga ada kompromiSemua untuk kesejahteraan warga NKRI."

Untuk diketahui, Presiden RI Joko Widodo berencana untuk menghentikan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) agar komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk turunan bernilai tambah.

"Di suatu titik nanti, setop yang namanya ekspor CPO. Harus jadi kosmetik, harus jadi mentega, harus jadi biodiesel, dan turunan lainnya," kata Presiden Jokowi dalam pengarahannya kepada peserta Program PPRA LXII dan PPSA XXIII 2021 Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Jakarta dikutip dari Antara, Rabu (13/10/2021).

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia harus memiliki keberanian untuk menghentikan ekspor bahan mentah, meskipun terdapat potensi gugatan hingga ke Organisasi Perdagangan Internasional (WTO). Indonesia harus bersiap menghadapi segala hambatan dalam proses hilirisasi sumber daya alam.

Bahkan Presiden meminta jajarannya untuk menyiapkan pengacara-pengacara internasional jika Indonesia digugat karena menghentikan ekspor bahan mentah.

"Jadi siapkan lawyer yang kelas-kelas internasional. Inilah yang dalam proses semuanya kita siapkan. Semuanya kita integrasikan apa yang kita cita-citakan," ujar Presiden Jokowi.

Selain CPO, Presiden Jokowi juga berencana menghentikan ekspor bauksit mentah. Ia meminta bauksit hasil dalam negeri harus diolah menjadi alumina dan logam aluminium. Bauksit menjadi komoditas yang dilarang pemerintah untuk diekspor, setelah nikel.

Indonesia melarang ekspor bijih nikel mulai Januari 2020. Kebijakan itu sejalan dengan diterbitkannya Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Presiden Jokowi mengatakan tak akan mundur untuk menghentikan ekspor bahan mentah dan mengupayakan hilirisasi di dalam negeri.

"Barang-barang kita, mau jadikan pabrik di sini, hak kita dong. Ya kita hadapi. Jangan digugat kita mundur, tidak akan kesempatan itu datang lagi, peluang itu datang lagi. Ini kesempatan kita mengintegrasikan industri-industri kita di dalam negeri," kata Presiden Jokowi.

Berkaca pada beberapa tahun lalu, Indonesia sempat kehilangan kesempatan untuk mendulang manfaat nilai tambah perekonomian, saat dunia mengalami kenaikan harga dan permintaan (booming) minyak dan kayu.

"Dulu ada booming minyak, booming kayu kita kehilangan. (Kali) ini tidak. Minerba harus menjadi sebuah fondasi dalam rangka memajukan negara kita Indonesia," kata Presiden seperti dinukil Jokowi.era.id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P