Netral English Netral Mandarin
20:49wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Wow, Ekspor Salak Pondoh ke Kamboja Capai US$ 15 Ribu

Sabtu, 09-Oktober-2021 18:00

Foto : Shopee
6

YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kegiatan ekspor makin hari terus meningkat. Buah-buahan tropis  juga diminati banyak negara di dunia, terutama ASEAN. Peningkatan ekspor diyakini dapat  mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Kementerian Perdagangan terus melakukan berbagai terobosan agar kegiatan ekspor makin meroket.  Kali ini, ribuan petani salak pondoh asal Yogyakarta diajak bekerja sama untuk mengekspor hasil panennya ke Kamboja. Kegiatan ini diinisiasi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia  (PPEI) Kementerian Perdagangan bersama PT Serena Sejahtera. Perusahaan ini merupakan peserta  program pendampingan eksportir (export coaching program/ECP) 2021 untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelepasan ekspor produk salak pondoh asal kabupaten Sleman, Yogyakarta. Ekspor salah pondoh ke Kamboja sebanyak enam ton ini bernilai sebesar USD 15 ribu.

Sebanyak 1.200 petani terlibat dalam rantai ekspor ini.  “Produk-produk Indonesia, khususnya salak pondoh asal Yogyakarta sekarang mulai diminati di luar  negeri. Hal ini tentu menjadi peluang bagi kita untuk terus menggenjot ekspor produk Indonesia ke  luar negeri,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Didi Sumedi dalam siaran persnya, Sabtu, (9/10/2021).

Didi mengungkapkan, sesuai dengan prediksi International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan  ekonomi global pada 2021 diperkirakan memberikan sinyal positif atau tumbuh sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun 2020.

Beberapa negara tujuan ekspor Indonesia saat ini yang sudah mengalami  pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, diantaranya Tiongkok, Amerika Serikat, dan negara  lainnya.

Menurut Didi, momentum pemulihan ekonomi menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan pelaku usaha menembus pasar ekspor.

Hal ini ditandai dengan meningkatkan permintaan di pasar tujuan ekspor. Para pelaku usaha Indonesia diharapkan harus dapat lebih memanfaatkan peluang tersebut.

“Kami berterima kasih kepada para peserta ECP dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY yang  telah mendukung terlaksananya kegiatan ekspor salak pondoh ke Kamboja. Sebagaimana arahan  Menteri Perdagangan, kami akan terus mendampingi dan membantu memberikan fasilitasi kepada  para pelaku usaha potensial untuk mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) siap masuk ke pasar internasional dan menjadi pelaku perdagangan global,” kata Didi.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P