3
Netral English Netral Mandarin
17:08 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Wow, Getuk Goreng Khas Kudus Siap Ramaikan Festival Kuliner di Slovenia

Minggu, 31-January-2021 22:29

Getuk goreng asal Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dengan varian rasa baru, yakni getuk goreng saus alpukat yang akan diperkenalkan di ajang festival kuliner di Slovenia
Foto : Antara
Getuk goreng asal Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dengan varian rasa baru, yakni getuk goreng saus alpukat yang akan diperkenalkan di ajang festival kuliner di Slovenia
0

KUDUS, NETRALNEWS.COM - Getuk goreng yang merupakan makanan khas Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bakal diikutkan dalam ajang festival kuliner di Negara Slovenia yang dijadwalkan digelar pertengahan tahun 2021.

Hal ini seperti dikatakan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah.

"Awalnya, festival kuliner yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri di Slovenia tersebut dijadwalkan digelar bulan Maret 2020. Akan tetapi, karena bertepatan dengan pandemi COVID-19 diundur antara Juni-Juli 2021," ujarnya di Kudus, Minggu (31/1/2021). 

Untuk mendukung keberangkatannya ke Slovenia, kata dia, dibutuhkan sponsor yang siap membiayai demi memperkenalkan potensi Kudus ke dunia luar. Saat ini, masih berupaya mencari sponsor yang bersedia membantu.

Alasan memilih getuk goreng, selain merupakan makanan khas Desa Kajar dan untuk mengangkat kearifan lokal yang dimiliki desa wisata, juga ada inovasi baru yang dikembangkan oleh salah satu pelaku usahanya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia.

Mulai dari bahan baku utamanya, yakni ketela pohon atau ubi hingga pemanfaatan toppingnya juga menggunakan bahan baku lokal, seperti alpukat. Saat ini masih dalam masa pengembangan untuk dibuatkan aneka macam rasa dengan menggunakan bahan baku lokal sebagai bentuk pemberdayaan.

Tujuan pengembangan desa wisata, kata dia, salah satunya pengembangan inovasi baru dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Hal tersebut yang nantinya menjadi karakteristik desa layak jual dan mampu menarik minat wisatawan berkunjung.

Untuk itu lah, Pemkab Kudus menunjuk pendamping maupun konsultas desa wisata agar pengembangannya benar-benar maksimal dan nantinya menjadi layak jual.

"Sejak awal, kami membangun kawasan lereng Pegunungan Muria melalui potensi masing-masing desanya. Salah satunya makanan khas Desa Kajar berupa getuk goreng, kini sudah menjadi daya tarik wisata tersendiri. Bahkan sudah banyak pihak yang menanamkan investasinya untuk usaha tersebut," ujarnya.

Kamisan, salah satu pemilik pondok getuk goreng Pak San di Desa Kajar yang dipercaya untuk mengikuti festival kuliner di Slovenia mengaku berterima kasih karena mendapatkan kehormatan untuk tampil di luar negeri.

Persiapan yang dilakukan, selain menyiapkan aneka rasa getuk goreng dengan bahan baku lokal juga mempersiapkan bahan bakunya yang akan dibawa ke Slovenia.

Sebelumnya, getuk goreng yang dijual hanya rasa original, gula merah dan gula putih, dan urap kelapa muda serta rasa cokelat. Sedangkan varian rasa yang berhasil dikembangkan baru-baru ini, yakni getuk goreng saus alpukat dengan aneka topping serta getuk goreng krispi.

"Kami masih mencoba varian rasa lainnya dengan harapan, ketika tiba waktunya ke Sloveni sudah tersedia aneka rasa getuk goreng khas Kajar," ujarnya. 

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli