Netral English Netral Mandarin
19:24wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Yahya Waloni Ditangkap, Ustaz Hilmi Bandingkan dengan Paul Zhang dan Muhammad Kace

Jumat, 27-Agustus-2021 20:48

Penceramah Ustaz Hilmi Firdaus
Foto : Twitter
Penceramah Ustaz Hilmi Firdaus
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penceramah Ustaz Hilmi Firdaus mengomentari penangkapan Ustaz Yahya Waloni (UYW) atas kasus dugaan penistaan agama.

Melalui akun Twitternya, Hilmi Firdaus mempertanyakan apakah seseorang yang berceramah di depan umat agamanya dan menyampaikan kebenaran tentang agamanya termasuk dalam kategori penistaan agama.

Ustaz Hilmi seolah menilai bahwa ceramah Yahya Waloni yang berujung dijerat pasal penodaan agama itu berbeda dengan kasus dugaan penistaan agama Islam oleh YouTuber Muhammad Kace dan Joseph Paul Zhang (JPZ).

Menurut Ustaz Hilmi, Muhammad Kace dan Paul Zhang memang sengaja mengunggah pernyataan mereka terkait Islam ke publik.

"Ditangkapnya UYW timbul pertanyaan "jika seorang berceramah di depan ummat agamanya, lalu menyampaikan kebenaran tentang agamanya yang pasti akan kontradiksi dengan agama lain, tidak untuk disebarluaskan (bukan seperti Kace atau JPZ yang memang sengaja mengunggah ke publik), apakah itu termasuk penistaan agama?" cuit @Hilmi23, Jumat (27/8/2021).

Sebelumnya diberitakan, Yahya Waloni ditangkap polisi di kediamannya di Perumahan Permata Cluster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (26/8/2021) sore.

Penangkapan itu didasarkan pada pengusutan kasus yang dilaporkan oleh Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme pada Selasa (27/4/2021) soal dugaan penistaan agama karena ceramah Yahya yang menyebut Bible itu palsu.

Dalam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. 

Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM. Yahya Waloni dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA) pada Selasa (27/4/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati