Netral English Netral Mandarin
14:03wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Zaskia Kritik Cara Bangunkan Sahur Pakai Toa Masjid, Elit PSI Setuju dengan Usulan Muhammadiyah

Minggu, 25-April-2021 22:40

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni
Foto : psi.go.id
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni setuju dengan usulan Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad agar pengeras suara atau toa masjid hanya digunakan untuk azan dan ikamah (panggilan segera berdiri untuk salat).

Dadang mengusulkan hal itu terkait pro kontra mengenai unggahan akun Instagram artis Zaskia Adya Mecca yang mengkritik cara membangunkan sahur dengan teriakan melalui toa masjid.

"Sebagai kader Muhammadiyah saya setuju," tulis Antoni di akun Twitternya, @AnthoniRaja, seperti dilihat netralnews.com, Minggu (25/4/2021).

Sebelumnya, Zaskia Adya Mecca di akun Instagram pribadinya mengunggah sebuah video yang memperdengarkan teriakan membangunkan sahur melalui toa masjid dekat tempat tinggalnya.

Dalam caption video itu, Zaskia Adya Mecca bertanya-tanya model membangunkan sahur dengan berteriak di toa masjid. Dia bingung kalau cara itu disebut tengah jadi hits alias tren.

"Cuma mau nanya ini bangunin model gini lagi HITS katanya?! Trus etis ga si pake toa masjid bangunin model gini?? Apalagi kita tinggal di Indonesia yang agamanya pun beragam.. Apa iya dengan begini jadi tidak mengganggu yang lain tidak menjalankan Shaur?!" tulis Zaskia Adya Mecca, Kamis (22/4/2021). Kritik Zaskia menuai pro kontra di ranah publik. Menyikapi polemik itu, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mengusulkan agar toa masjid hanya digunakan untuk azan dan ikamah. 

"Toa masjid harus ada aturan penggunaannya. Supaya tidak mengganggu masyarakat sekitar, cukup azan dan ikamah saja," kata Dadang Kahmad saat dihubungi, seperti dikutip dari detikcom, Minggu (25/4/2021).

Menurut Dadang, sebetulnya tidak masalah menggunakan toa masjid untuk memberitahukan waktu sahur, hanya saja pemberitahuan itu tidak perlu disampaikan terus-menerus sehingga mengganggu masyarakat.

"Ya mungkin bisa pakai toa masjid hanya memberitahukan waktunya sahur, cukup satu atau dua kalimat saja, tidak terus-terusan sehingga mengganggu keheningan orang yang sedang salat malam, munajat, atau anak bayi yang sedang tidur, supaya tidak mengganggu ibunya menyiapkan makan sahur keluarga," ujarnya.

Apalagi, lanjut Dadang, untuk daerah perkotaan yang masyarakatnya heterogen atau beragam agama, cara-cara membangunkan sahur demikian sebaiknya tidak dilakukan.

"Bagi daerah perkotaan yang heterogen berbagai umat tidak usah ada membangunkan sahur karena semua orang punya alarm jam, baik yang ada di HP maupun di weker," tuturnya. 

Sementara untuk wilayah yang masyarakat homogen muslim, Dadang menyebut tidak ada masalah penggunaan toa untuk memberitahukan waktu sahur. Namun begitu, Dadang mengingatkan supaya lebih bijak lagi memakai toa masjid untuk membangunkan sahur. 

"Bagi yang daerah homogen kaum muslim saja boleh pakai Toa, tapi hanya sekali, tidak terus-menerus," pungkas Dadang. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli