Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:03wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
4 Tantangan Pembangunan Kesehatan, Ini Pesan Menteri Kesehatan

Selasa, 10-November-2020 20:42

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.
Foto : Antara Foto
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.
16

BOGOR, NETRALNEWS.COM - Saat ini terdapat empat tantangan pembangunan kesehatan yaitu: 1) Intervensi spesifik dan sensitif pada stunting; 2) Dukungan lintas sektor untuk mengatasi AKI/AKB; 3) Kemudahan akses layanan kesehatan pada JKN; 4) Mengendalikan harga obat dan Alat Kesehatan (Alkes).

Mengetahui tantangan ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto berpesan pentingnya peningkatan profesionalisme dokter dan dokter gigi dalam menjawab tantangan pembangunan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Tantangan pembangunan ini baik secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan pelayanan praktik kedokteran, untuk menjawab berbagai tantangan tersebut perlu dilakukan peningkatan profesionalisme dokter dan dokter gigi untuk mewujudkan kesehatan rakyat yang setinggi-tingginya” ujar Terawan.

Pernyataan ini disampaikan Menkes Terawan dalam pertemuan Rapat Koordinasi Nasional Konsil Kedokteran Indonesia (RAKORNAS KKI) yang diselenggarakan secara luring dan daring pada tanggal 9 – 11 November di Bogor, Selasa (10/11/2020).

Turut hadir, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Putu Moda Arsana Perwakilan PPSDM Kesehatan, Kadinkes seluruh Provinsi, Direktur RS Vertikal Kemenkes RI, Ketua Organisasi Profesi, Ketua Kolegium Dokter dan Dokter Gigi, Anggota Konsil, Anggota Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia.

Profesi dokter dan dokter gigi merupakan salah satu sektor tenaga kerja yang perlu diperkuat dan dijaga profesionalismenya untuk mendulang manfaat sebesar-besarnya dalam era global dan agar berkontribusi positif dalam SDG’s dan Program Indonesia Sehat.

Menutup sambutannya, Terawan menyampaikan untuk mewujudkan profesionalisme dokter dan dokter gigi dalam menghadapi tantangan pembangunan kesehatan hanya dapat terwujud dengan kolaborasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan.

Pada kesempatan yang sama, Putu menyampaikan untuk menjawab tantangan dalam pengawasan praktik kedokteran dan menghadapi globalisasi Konsil Kedokteran Indonesia menyusun kebijakan strategi dengan masukan dari pemangku kepentingan untuk dapat menambah khasanah dalam membuat kebijakan.

“Untuk menjawab tantangan tersebut KKI periode baru ini sedang merancang Renstra tahun 2020-2025 yang melibatkan internal KKI dan kolaborasi eksternal KKI,” kata Putu.

Rakornas KKI dihadiri kurang lebih 179 peserta lintas K/L untuk diskusi sekaligus menyusun Kebijakan Menuju Praktik Kedokteran Berdaya Saing Global.

KKI bersama para pemangku kepentingan dibidang kedokteran ditingkat pusat maupun daerah telah bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi serta stakeholder lainnya.

Ini dilakukan dalam upaya menghasilkan dan meningkatkan mutu dokter, dokter gigi, dokter spesialis dan dokter gigi spesialis yang profesional, berjiwa pengabdi, pembelajar, pejuang dalam membangun SDM Indonesia sehat guna mendukung pembangunan kesehatan.
<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_201110_204507_786.sdoc-->

Reporter : Martina
Editor : widi