Netral English Netral Mandarin
10:50 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Amarta Yakin Penyerahan Pengelolaan Bansos oleh Anies ke Pasar Jaya Sesuai Prosedur

Senin, 21-December-2020 21:30

Ketua Amarta Rico Sinaga menanggapi polemik bansos dengan menegaskan Anies sebagai sosok yang steril dan bersih 
Foto : Istimewa
Ketua Amarta Rico Sinaga menanggapi polemik bansos dengan menegaskan Anies sebagai sosok yang steril dan bersih 
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) menilai, pemberian otoritas pengelolaan bantuan sosial (Bansos) oleh Gubernur DKI Anies Baswedan kepada Perumda Pasar Jaya sesuai prosedur.

Hal itu dikatakan Ketua Amarta Rico Sinaga menanggapi polemik bansos di Jakarta. Dirinya pun menegaskan Anies sebagai sosok yang steril dan bersih 

"Saya sebagai ketua Amarta meyakini Anies menyerahkan sepenuhnya otoritas soal bansos ke Dirut Pasar Jaya. Kalau ada opini pak Anies terlibat, saya yakin dia tidak akan kompromi. Dia steril," ujar Rico, di Jakarta, Senin (21 /12/2020).



Dia pun mencontohkan, bagaimana sosok Anies yang pernah menolak intervensi pengusaha untuk mengubah kebijakannya. Padahal, ucapnya, saat itu Anies ditawari uang sampai Rp 500 miliar agar mengubah kebijakannya. 

"Dalam sebuah media besar, pak Anies bicara Jangan pernah coba-coba rupiahkan otoritas ini. Otoritas (jabatan gubernur) itu bukan untuk dirupiahkan. Apalagi kasus bansos seperti ini," ujar Rico.

Dia berharap, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin menuntaskan polemik bansos ini. Dia pun meminta aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki data valid soal penyelewengan bansos di Jakarta untuk segera diungkap ke publik. 

"Bagi kawan-kawan aktivis, kalau punya data valid sesuai temuan investigasinya sebaiknya diungkapkan saja. Bilamana ada temuan indikasi korupsi, tindak lanjut aja ke proses hukum. Karena polemik ini bisa menimbulkan instabilitas. Jika diperlukan, undang saja pasar Jaya untuk menjelaskan," tegasnya. 

Dia juga mendorong aparat penegak hukum agar oknum yang bermain bansos itu segera diproses hukum. Termasuk adanya isu anggota dewan yang bermain di dalam polemik bansos tersebut. 

"Kalau memang ada isu oknum dewan yang bermain bansos, ya sebaiknya diproses juga Secara hukum agar polemik bansos di DKI bisa tuntas. Kalau memang ada kebocoran, pengawasan pasar Jaya juga tidak maksimal. Ini harus segera diusut tuntas," jelasnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP