Netral English Netral Mandarin
16:13 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Ade: Dukung TNI-Polri 'Habisi' Rizieq, FPI dan Begundal-Begundalnya

Kamis, 26-November-2020 17:51

Petugas sedang menurunkan baliho HRS.
Foto : Istimewa
Petugas sedang menurunkan baliho HRS.
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mengajak masyarakat mendukung TNI-Polri untuk menindak tegas sepak terjang Habib Rizieq Shihab dan Front Pembela Islam (FPI) cs.

"Kita dukung sama-sama TNI dan Polri 'menghabisi' Rizieq, FPI dan begundal- begundalnya," kata Ade di kanal YouTube Cokro TV, dilihat netralnews.com, Kamis (26/11/2020).

Ade kemudian menyinggung narasi yang dibangun sejumlah pihak, termasuk beberapa politisi soal sikap TNI terhadap Habib Rizieq dan kelompoknya, termasuk mengenai pencopotan baliho Imam Besar FPI itu. Ade mengatakan, pihak-pihak itu mengecam TNI untuk membuat pemerintah bimbang.



"Saat ini kita mendengar banyak suara yang mengecam keterlibatan TNI. Mereka nampaknya ingin pemerintah bimbang. Narasi yang terus mereka angkat adalah TNI nggak boleh berpolitik, tidak boleh berpihak, kewajiban TNI kata mereka bukanlah menjaga ketertiban dan keamanan, itu adalah kerjaan polisi," ujar Ade.

"TNI kata mereka seharusnya cuma campur tangan saat negara terancam oleh kekuatan-kekuatan yang hendak menghancurkan Indonesia. Lawan TNI bukan masyarakat sipil, lawan TNI kata mereka misalnya adalah OPM. TNI kata mereka seharusnya tidak ikut menurunkan baliho dan spanduk, keterlibatan TNI dituduh akan mematikan demokrasi dan mengembalikan Indonesia ke era pemerintahan otoriter," sambungnya.

Ade menilai, pihak-pihak yang membangun narasi demikian merasa ketakutan dengan langkah tegas TNI terhadap HRS dan kelompoknya. "Segenap serangan itu menunjukkan ada ketakutan besar dengan langkah-langkah tegas TNI saat ini. TNI memang sedang menunjukkan ketegasannya," ucap dia.

Ade menambahkan, pihak-pihak tersebut juga panik karena jika Habib Rizieq 'dihabisi' maka cita-cita mereka untuk menggunakan Habib Rizieq sebagai kendaraan politik akan hancur berantakan.

"Ketegasan TNI inilah yang menyebabkan banyak orang panik, banyak yang panik bahwa Rizieq benar-benar akan dihabisi," ungkap Ade.

"Dan kalau Rizieq dihabisi, efek dominonya akan luar biasa. Ini akan menghancurkan FPI dan juga menggetarkan kelompok- kelompok radikal lain, artinya segenap cita-cita untuk menggunakan Rizieq sebagai kendaraan politik akan hancur berantakan," jelasnya.

Reporter : adiel
Editor : widi