Netral English Netral Mandarin
14:41 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Ade: Nggak Usahlah Bikin Tim Pencari Fakta, Prioritas Temukan Rizieq, Memeriksa dan Menahannya

Rabu, 09-December-2020 18:12

Ade Armando
Foto : Istimewa
Ade Armando
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Keberadaan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab hingga kini belum diketahui. Hal tersebut menyusul diumumkannya tindakan tegas terukur oleh kepolisian dengan menembak mati 6 orang diduga pengikut Habib Rizieq.

Di sisi lain, banyak desakan dari berbagai kelompok agar Pemerintah Jokowi membentuk Tim Pencari Fakta terkait peristiwa penembakan 6 anggota laskar FPI.

Menanggapi hal itu, dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando membuat cuitan di akun Twitternya, Rabu (9/12/20), katanya: "Nggak usahlah bikin Tim Pencari Fakta dulu."



"Prioritas adalah menemukan Riziek, memeriksa dan menahannya. Kita perlu tahu siapa di belakang Rizieq sehingga dia begitu berani menentang pemerintah dan aparat keamanan. TPF itu cuma cara mengalihkan perhatian," imbuh Ade.

Sementara sebelumnya diberitakan, telah beredar siaran pers dengan kop surat Front Pembela Islam (FPI). Isi siaran pers tersebut dituliskan bahwa Habib Rizieq Shihab bersama keluarga sudah diamankan di tempat yang tidak bisa disebutkan lokasinya.

Dalam siaran pers yang diterima Pikiran-Rakyat.com, Ketua Umum DPP FPI (Front Pembela Islam), KH Ahmad Shabri Lubis membenarkan adanya peristiwa pengadangan dan penembakan terhadap rombongan Habib Rizieq dan keluarga.

Bahkan dalam siaran pers itu, disebut diduga ada penculikan terhadap 6 orang laskar pengawal Habib Rizieq.

"Benar ada peristiwa pengadangan, dan penembakan terhadap rombongan Habib Rizieq Shihab dan keluarga, serta penculikan terhadap 6 orang laskar pengawal Habib Rizieq. Peristiwa terjadi di dekat pintu Tol Kerawang Timur," kata Shabri Lubis dalam keterangannya.

Dari keterangan yang tertulis dalam siaran pers itu, sebelum kejadian, Habib Rizieq bersama keluarganya sedang dalam perjalanan ke acara pengajian subuh keluarga, sambil memulihkan kondisi.

Acara tersebut khusus diikuti keluarga inti. Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian, rombongan diadang sekelompok orang tak dikenal.

Dalam siaran pers ditulis, diduga kuat hal itu merupakan bagian dari operasi penguntitan dan untuk mencelakakan Habib Rizieq.

Hingga saat ini para pengadang disebut melakukan penembakan dan 1 mobil berisi 6 orang personel laskar masih hilang.

Terkait beredarnya siaran pers FPI itu, keterangan resmi dari DPP FPI masih diupayakan untuk didapat.

Sementara itu, Habib Rizieq dijadwalkan, pukul 10.00 WIB pada Senin, 7 Desember, diperiksa Polda Metro Jaya.

Belum juga Habib Rizieq mendatangi Polda Metro Jaya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran justru menggelar jumpa pers yang menginformasikan bahwa telah terjadi penindakan tegas terukur dengan menembak mati orang yang diduga pengkut Habib Rizieq, Senin, 7 Desember, sekira pukul 00.30 WIB.

Fadil Imran menjelaskan adanya penyerangan anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas. Kelompok yang melakukan penyerangan diduga pengikut FPI.

Fadil menyebutkan, penyerangan dilakukan Senin sekira pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, kilometer 50.

Aksi penyerangan berawal dari informasi akan terjadi pengerahan massa saat saudara MRS (Muhammad Rizieq Shihab) dilakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

"Terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait dengan rencana pemeriksaan MRS yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB," kata Fadil.

Informasi pengerahan massa itu beredar di berbagai medium termasuk melalui aplikasi percakapan Whatsapp.

Informasi polisi menyebut, akan ada pengerahan kelompok massa untuk mengawal pemeriksaan MRS di Polda Metro Jaya.

"Berkaitan hal tersebut, kami Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan kebenaran informasi tersebut dan ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga adalah pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet, lalu kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam," ujarnya.

Anggota kepolisian yang terancam keselamatan jiwanya itu langsung melakukan tindakan tegas terukur.

"Sehingga, terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS, yang berjumlah 10 orang, meninggal dunia sebanyak 6 orang," katanya.

Kerugian yang dialami polisi adalah kendaraan yang rusak akibat dipepet dan terkena tembakan kelompok tersebut.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat