Netral English Netral Mandarin
05:20 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Bantah Polisi, Munarman FPI: Laskar Kita Dibawa ke Suatu Tempat dan Dibantai

Selasa, 08-December-2020 08:40

Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman,
Foto : Sindow
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman,
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman, membantah keterangan polisi yang menyebut enam laskar FPI ditembak di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12/2020) dini hari, karena menyerang polisi. 

Menurut Munarman, setelah mendapat kabar bahwa ada laskar FPI yang ditembak, ia langsung memerintahkan laskar lainnya untuk melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP). Namun, lanjut Munarman, di TKP tidak ada jenazah, proses evakuasi dan keramaian. 

"Di tengah malam itu saya suruh cek begitu saya dengar ada berita ada laskar yang ditembak, kita suruh cek ke pintu tol Karawang Timur, ternyata tidak ada mobil laskar di situ, jenazah tidak ada. Kalau itu memang tembak menembak dan tewas di tempat pasti ada jenazah di situ, pasti membutuhkan proses lama untuk evakuasi di situ . Tapi ini tidak ada," kata Munarman dalam jumpa pers, Selasa (7/12/2020).



"Kalau sejak awal tembak menembak berarti tewas di tempat dong. Tewas ditempat pasti banyak (orang). Semalam saya sendiri sampai pukul 03.00 WIB sudah cek dengan teman-teman di lapangan, tidak ada jenazah di situ," tandasnya. 

Munarman mengungkapkan, ada salah satu dari 6 laskar FPI yang disebut ditembak itu sempat mengirimkan rekaman suara atau voice note saat sedang merintih kesakitan. Namun setelah itu nomor ponsel yang bersangkutan sudah tidak aktif lagi. Karenanya, Munarman berkesimpulan jika laskar FPI dibawa ke suatu tempat dan dibantai. 

"Perlu diketahui, sempat salah satu laskar mengirimkan voice note rintihan dari salah satu laskar kita yang ditembak, itu artinya apa? Itu artinya laskar kita dibawa ke satu tempat dan dibantai di tempat itu, dibantai di tempat lain, kemudian setelah voice note terkirimkan, tidak ada lagi hp dari laskar 6 orang itu yang aktif kita hubungi," jelasnya.

Selain itu, Munarman juga membantah pernyataan polisi bahwa penembakan yang menewaskan enam laskar FPI itu terjadi karena aparat lebih dulu diserang oleh para laskar dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam. 

"Ini fitnah luar biasa, memutarbalikkan fakta dengan menyebutkan bahwa laskar yang lebih dulu menyerang dan melakukan penembakan," ucap Munarman. 

"Fitnah besar kalau laskar kita disebut membawa senjata api dan tembak menembak. Fitnah itu. Laskar kami tidak pernah dibekali senjata api, kami terbiasa tangan kosong, kami bukan pengecut," tegasnya. 

Sebelumnya, enam laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab dikabarkan ditembak mati oleh polisi di Tol Jakarta-Cikampek km 50 pada Senin (7/12/2020) dini hari.

Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, penembakan itu dilakukan anggotanya karena diserang oleh pengikut Habib Rizieq. 

Fadil menjelaskan, awalnya anggota polisi yang berjumlah enam orang membuntuti kendaraan yang diduga ditumpangi pengikut Habib Rizieq. 

Hal itu dilakukan polisi dalam tugas penyelidikan atas informasi bahwa akan ada pengerahan massa ke Polda Metro Jaya pada panggilan pemeriksaan kedua Habib Rizieq yang diagendakan pada Senin kemarin. 

Adapun Habib Rizieq akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan pada acara kerumunan di kediamannya di Petamburan, Jakarta Pusat pada (14/12/2020).

"Terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB," kata Fadil Imran dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (07/12/2020) siang. 

Fadil membeberkan, kendaraan aparat dipepet dan diberhentikan oleh dua kendaraan pengikut Habib Rizieq. 
Para pengikut HRS yang berjumlah 10 orang melakukan penyerangan dengan menodongkan senjata api dan senjata tajam. 

"Karena membahayakan keselamatan jiwa petugas pada saat itu, kemudian petugas melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan enam orang penyerang meninggal dunia dan empat orang lainnya melarikan diri," ujarnya. 

Fadil Imran menambahkan, akibat serangan itu, kendaran milik polisi mengalami kerusakan karena dipepet dan terkena tembakan. "Tidak ada anggota polisi yang terluka," terangnya.

Dalam peristiwa itu, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan oleh pengikut Habib Rizieq Shihab saat menyerang aparat. Barang bukti yang diamankan yakni dua senjata api, peluru, sebilah katana, celurit dan beberapa senjata tajam lainnya. 

Lebih lanjut, Fadil menyebut, simpatisan Habib Rizieq yang menyerang polisi tergabung dalam laskar khusus. "Dari hasil penyelidikan awal, kelompok yang menyerang diidentifikasi sebagai laskar khusus," jelas Fadil. 


 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli