Netral English Netral Mandarin
16:12 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Wow, Beji Pria dan Beji Wanita Ini Ternyata Dihuni Banyak Kuntilanak

Minggu, 27-December-2020 08:05

Ilustrasi: Beji Pria dan Beji Wanita yang Dihuni Banyak Kuntilanak
Foto : Kamila Banyuurip
Ilustrasi: Beji Pria dan Beji Wanita yang Dihuni Banyak Kuntilanak
15

PURWOREJO, NETRALNEWS.COM – Anda pernah jalan-jalan ke Kota Purworejo, Jawa Tengah? Bila pernah, apakah Anda sudah datangi lokasi-lokasi unik yang kaya misteri?

Ini adalah salah satunya. Lokasi persisnya adalah di Desa Candingasinan, Kecamatan Banyuurip. Nama tempat ini adalah “Beji Candi”.

Hingga kini Beji Candi masih menjadi salah satu objek wisata lokal yang sering menjadi perhatian masyarakat Purworejo. Warga setempat menyebutnya “petilasan”.



Bentuknya adalah mata air yang membual dan tak pernah kering meski kemarau panjang melanda desa.

Hingga kini, tempat ini menjadi lokasi warga melakukan aktivitas mandi, mencuci,  mengambil air untuk di masak (airnya sangat jernih), hingga urusan supranatural di mana di malam tertentu ada pula orang yang “tirakat” atau berdoa di lokasi tersebut.

Banyak pepohonan tumbuh di sekitar mata air sehingga menyisakan suasana “sinup”, lembab, angker, dan sakral.

Uniknya, di mata air ini ada dua jenis yakni Beji Wanita dan Beji Pria. Beji pria berarti mata air khusus untuk lelaki. Di sinilah kaum lelaki boleh mandi. Begitu juga dengan Beji wanita.

Warga setempat secara rutin mengadakan ritual dan tradisi setiap bula Sakban tiba. Nama tradisinya adalah “Sabanan”.

Saat malam hari, akan ada semacam pasar malam di Beji tersebut. Tapi ada yang berbeda dengan model pasar malam sungguhan.

Di sini terlihat sederhana, hanya warga yang berjualan jajanan lokal di sekitar Beji. Jajanan yang dijual antara lain: kue serabi, kacang godok, geblek.

Setiap tradisi digelar, banyak warga desa lain ikut berdatangan. Tujuan mereka adalh ikut “membasuh diri” di Beji. Yang laki-laki masuk ke Beji pria dan yang perempuan masuk ke Beji wanita.

Mereka biasanya cuci muka, membasuh kaki, sambil berdoa mulai dari memohon berkah keselamatan hingga mohon awet muda.

Selama acara, biasanya warga berlalu sangat tertib, tak boleh mengeluarkan kata tidak pantas, sebab kata-kata yang buruk dan keluar saat di Beji bisa menjadi kenyataan.

Nah keunikan terakhir, Beji Candi ternyata memiliki banyak kisah misteri. Tak sedikit warga mengaku pernah melihat sejumlah penampakan.

Menurut juru kunci setempat yang namanya tak mau disebutkan, sehabis Adzan Magrib sering ada penampakan sosok hantu wanita yang terbang di atas sumber mata air.

Menurut juru kunci, di lokasi ini memang ada banyak sosok hantu menghuni Beji. Warga biasa menyebutnya sebagai kuntilanak. Hanya saja, sebenarnya tidak mencelakai dan mengganggu selama manusia juga tidak mengganggunya.

Selain itu, di lokasi ini banyak orang tirakat untuk bisa mendapatkan pusaka (keris) hingga batu berharga dan berkekuatan gaib.

 

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto