Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:37wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Cara Pasien Jantung Kelola Hipertensi, Hindari Gagal Jantung dan Kematian

Kamis, 12-November-2020 16:55

Foto :
13

 

 

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Spesialis Jantung Pembuluh Darah RS Jantung Harapan Kita Dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K) mengatakan, seseorang bisa dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg.

 

Hipertensi dapat dikelola dengan baik agar mencapai tekanan darah yang sesuai target yaitu dengan mengatur pola hidup. Caranya, membatasi konsumsi garam, perubahan pola makan, penurunan berat badan dan menjaga berat badan ideal, olahraga teratur, berhenti merokok, kepatuhan dalam menjalani pengobatan, pengukuran tekanan darah secara benar dan berkala. 

 

"Pasien jantung harus mengelola hipertensinya dengan baik agar tidak terjadi gagal jantung dan kematian," kata Dr Ario dalam Virtual Media Briefing bertema "Kelola Hipertensi, Cegah Gagal Jantung dan Kematian”, Kamis (12/11/2020).

 

Gagal jantung merupakan kondisi kronis dan progresif jangka panjang yang cenderung memburuk secara bertahap yang disebabkan oleh hipertensi. 

 

Hipertensi menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengakibatkan beban kerja jantung bertambah berat. 

 

"Penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan oleh hipertensi tersebut akan menyebabkan dinding ruang pompa jantung menebal (left ventricular hypertrophy) dan dalam 

jangka panjang akan meningkatkan risiko gagal jantung," jelas Dr Ario.

 

Untuk memompa darah melawan tekanan yang lebih tinggi di pembuluh, jantung harus bekerja lebih keras sehingga terjadi penyempitan arteri sehingga darah lebih sulit mengalir dengan lancar ke seluruh tubuh. 

 

"Dengan demikian, hipertensi membuat kerja jantung menjadi berlebihan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi, namun kondisi jantung menjadi lebih sulit bekerja sehingga pada akhirnya jatuh ke kondisi

gagal jantung,” jelasnya.

 

Sesuai dengan konsensus penatalaksanaan hipertensi, Dokter akan merekomendasikan pemakaian obat 

pengendali darah tinggi secara kombinasi sejak awal pengobatan untuk mencapai tekanan darah 

sesuai target.

 

Beberapa jenis obat pengendali tekanan darah, yaitu golongan: Calcium Channel

Blocker (CCB), Diuretik, Penyekat Beta (Beta Blocker), Penyekat Alpha (Alpha Blocker), Anti Converting Enzyme Inhibitor (ACE inhibitor), Angiotensinogen Receptor Blocker (ARB), Central Blocker, Aldosteron Antagonist dan lain-lain.

Reporter : Martina
Editor :