Netral English Netral Mandarin
15:58 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Densus 88 Tangkap 23 Anggota Teroris Kelompok Jamaah Islamiyah di Sumatera

Jumat, 18-December-2020 22:32

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono saat konferensi pers penangkapan teroris
Foto : Humas Polri
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono saat konferensi pers penangkapan teroris
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan 23 teroris kelompok Jamaah Islamiyah ditangkap di delapan lokasi di Pulau Sumatera yakni Lampung Selatan, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pringsewu, Metro, Jambi, Riau dan Palembang.

"Para teroris JI ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri pada November hingga Desember 2020 di delapan lokasi di Sumatera," kata Irjen Argo dalam jumpa pers di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (18/12/2020). 

Menurut Argo, dari 23 teroris ini, dua di antaranya merupakan petinggi Jamaah Islamiyah. Keduanya adalah Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dan Zulkarnain alias Arif Sunarso alias Panglima Askari JI.



"Dari para tersangka kami temukan DPO tersangka Upik dan Zulkarnain," ujar Argo.

Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menerbangkan 23 tahanan kasus terorisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dari Lampung ke Jakarta pada Rabu (16/12).

Salah satunya adalah Upik Lawanga yang merupakan anggota JI, dalang dari beberapa peristiwa teror bom seperti Bom Pasar Tentena, Bom Pasar Maesa, Bom Gor Poso, Bom Pasar Sentral, Bom Termos Nasi Tengkura, Bom Senter Kawua dan rangkaian aksi teror lainnya pada tahun 2004 hingga 2006.

Sedangkan Zukarnain merupakan buronan Polri dalam kasus teror Bom Bali I yang terjadi tahun 2001. Dia juga memiliki kemampuan merakit bom berdaya ledak tinggi dan senjata api serta punya kemampuan militer dalam melakukan aksi teror.

Sementara 21 teroris lainnya memiliki peran-nya masing-masing di antaranya sebagai anggota JI maupun menyembunyikan keberadaan Upik maupun Zulkarnain selama dalam pelarian.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli