Netral English Netral Mandarin
22:10 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Habib Rizieq Ditahan, FAPP: Indeks Kebahagiaan Publik Meningkat Pesat

Senin, 14-December-2020 05:20

Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila ( FAPP) Petrus Selestinus
Foto : Istimewa
Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila ( FAPP) Petrus Selestinus
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila ( FAPP) Petrus Selestinus mengatakan, publik menaruh harapan tinggi pada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran dalam penanganan kasus kerumunan massa yang menjerat Habib Rizieq Shihab (HRS) cs.

Hal tersebut disampaikan Petrus terkait dengan langkah Polda Metro Jaya menetapkan status tersangka terhadap HRS dan lima orang lainnya terkait kasus kerumunan di Petamburan beberapa waktu lalu. Polda Metro Jaya juga telah menahan HRS dalam kasus tersebut.

"Publik menaruh harapan tinggi terhadap Polri khususnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran, dalam penanganan kasus MRS dkk. karena kasus MRS tergolong kasus dengan kualifikasi menyentuh kepentingan strategis nasional, maka setiap langkah Polri dari detik ke menit dipantau dan dinilai oleh Publik," kata Petrus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/12/2020).



Menurut Petrus, indeks kebahagiaan publik naik pesat melihat sikap tegas dan konsisten Kapolda Metro Jaya dalam penanganan kasus yang menjerat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

"Bahkan ada warga yang berkomentar bahwa "indeks kebahagiaannya sebagai warga negara meningkat pesat" setelah melihat sikap tegas dan konsisten Irjen Pol. Fadil Imran, dalam mewujudkan ketenteraman, keamanan dan tertib sosial yang menjadi hak sosial warga negara termasuk bisa meredam keganasan Covid-19," ungkapnya.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) itu menambahkan, ketegasan Polda Metro Jaya terhadap HRS cs merupakan hadiah bagi masyarakat Indonesia di penghujung tahun 2020.

"Polda Metro Jaya telah memberikan hadiah akhir tahun buat 275 juta warga negara Indonesia yang cemas akan kehilangan rasa nyaman dan tenteram terutama keberlangsungan NKRI Jika saja Polri salah mengelola keamanan dan ketertiban ketika menghadapi manuver MRS dan kelompoknya yang Intoleran," jelas Petrus.

Lebih jauh Petrus menyebut, langkah tegas Polda Metro Jaya di kasus kerumunan massa itu membuat publik berharap agar sejumlah kasus Habib Rizieq yang telah di-SP3 (Penghentian Penyidikan Perkara), seperti kasus chat mesum dan penodaan terhadap lambang dan dasar negara, bisa dibuka kembali.

"Publik berharap, dua kasus tindak pidana yaitu chat mesum dan penodaan dasar negara yang sebelumnya sudah menetapkan MRS sebagai tersangka tetapi di SP3, dibuka kembali, serta belasan Laporan Polisi dari Masyarakat terhadap MRS yang kasusnya sudah 4 tahun macet karena MRS kabur," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada pada Kamis (10/12/2020), Polda Metro Jaya menetapkan enam orang tersangka dalam kasus kerumunan massa di acara penikahan putri Habib Rizieq pada 14  November lalu di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Penetapan tersangka dilakukan Polda Metro Jaya setelah gelar perkara pada Selasa (8/12/2020).

Keenam tersangka itu adalah Habib Rizieq selaku penyelenggara acara, Haris Ubaidillah selaku ketua panitia acara, sekretaris panitia inisial A, MS selaku penanggung jawab bidang keamanan, SL selaku penanggung jawab acara dan HI selaku seksi acara.

Habib Rizieq kemudian mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (12/12/2020) sekitar pukul 10.25 WIB, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Ia sebelumnya sempat mangkir dari dua panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 12 jam, Habib Rizieq akhirnya ditahan Polda Metro Jaya pada Minggu (13/12/2020). Habib Rizieq ditahan di ditahan di Rutan Ditres Narkoba Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan atau sampai 31 Desember 2020.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati