Netral English Netral Mandarin
06:27 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Hari Sumpah Pemuda, Mahfud MD: Hukum dan Keadilan Diakui Masih Terseok

Senin, 02-November-2020 00:00

Istimewa
Foto : Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Ke
Istimewa
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD sampaikan ucapan Selamat Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-92.

Menurutnya, capaian yang bernilai paling tinggi dari pejuangan Bangsa Indonesia adalah sumpah dan tekad untuk bersatu dalam keberagaman (1928) yang kemudian dijalin dalam dasar dan ideologi negara, Pancasila (1945).

"Selamat Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-92. Mari kita syukuri capaian ini," kata Menko Mahfud, dikutip dari cuitannya, Rabu (28/10/2020).



Kata Mahfud, setelah 92 tahun kita bersumpah untuk "bersatu dalam keberbedaan" dan setelah 75 Indonesia merdeka tak terbantahkan kita mengalami banyak kemajuan dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. 

"Salah satu tugas berat kita adl menegakkan hukum dan keadilan yg "harus diakui" msh terseok," kata Mahfud.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kewajiban kita adalah menjaga warisan Sumpah Pemuda dan Kemerdekaan Indonesia dengan melakukan pembangunan.

Pembangunan dimaksud antara lain, dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa (pendidikan) dan memberantas kemiskinan (ekonomi) serta politik kesehatan untuk membangun kesejahteraan umum. "Allahu Akbar," sambung dia.

Kata Mahfud, dengan segala kekurangannya, kita terus berhasil menurunkan angka kemiskinan.

Masa kolonial hampir 100% miskin; akhir pemerintahan Soekarno berkurang menjadi sekitar 54%, akhir Orde Baru menjadi 18%, era reformasi akhir pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi 10,8%, dan akhir periode I Joko Widodo menjadi 9,1%.

Reporter : Martina
Editor : widi