Netral English Netral Mandarin
06:51 wib
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan vaksinasi COVID-19 kedua kalinya masih dengan vaksin Sinovac yang dilaksanakan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (27/1/2021). Komjen Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Pelantikan ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.
Heboh di Ciamis, FH: Yang Dihukum Restorannya Bukan Pengunjungnya, Paham ya?

Senin, 14-December-2020 07:50

Ferdinand Hutahaean
Foto : Inews.id
Ferdinand Hutahaean
11

CIAMIS, NETRALNEWS.COM - Sejumlah warga Ciamis banjiri Polres Ciamis, Jawa Barat menuntut agar bisa gantikan Habib Rizieq Shihab yang telah ditahan di Polda Metro Jaya. Berita tersebut menghebohkan publik dan menjadi trending di sosial media.

Seorang netizen bernama Uus Rusdiana CIAMIS, melalui akun Twitternya @UusRsd mencuit: "Masyarakat Ciamis yg tempo hari ikut menjemput HRS di Bandara siap menyerahkan diri ke Polda metro jaya Jakarta/ke polres Ciamis siang ini.

"Yg hadir atas kesadaran sendiri sebanyak 20 bis siap bertanggung jawab. Masa yg akan dipimpin o KH. Wawan Marwan akan mmulai dari Cipaku," imbuhnya.



Politikus Ferdinand Hutahaean ikut menanggapi dan mengunggah pernyataan Us Rusdiana, Senin (14/12/20), katanya: "Us, pidananya untuk yg membuat kerumunan bkn yg hadir dlm kerumunan. Krn hadirin tak akan hadir bila tak dibuat acara yg menjadi kerumunan."

"Logikanya sesederhana itu. Sama sprt di restoran, yg dihukum restorannya bkn pengunjungnya. Paham ya? Semoga paham..!" tegas Ferdinand.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri sempat angkat bicara terkait massa yang mengenakan kopiah dan sarung mendatangi Mapolres Ciamis, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (13/12/2020).

Mereka merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI), pendukung dan simpatisan Habib Rizieq.

Orang-orang berkopiah dan mengenakan sarung tersebut menyampaikan aspirasi di Markas Polres Ciamis dan meminta dijebloskan ke tahanan untuk menemani Imam Besar FPI Habib Rizieq yang saat ini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Aksi yang berlangsung di bawah guyuran hujan itu aman dan tertib. Setelah ditenangkan pimpinan kelompok itu, massa membubarkan diri.

"Memang ada beberapa orang yang ingin masuk dan ingin ditahan. Tapi ditenangkan oleh kelompok mereka sendiri," kata Kapolda Jabar seperti dilansir Okezone.com, Minggu 13 Desember 2020.

Terkait peristiwa itu, Ahmad Dofiri mengimbau masyarakat Jawa Barat menjaga kondusivitas. Apalagi saat ini Pilkada Serentak 2020 masih berproses di delapan kota dan daerah.

Meski begitu, ia tak melarang kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Namun, harus dilakukan sesusai prosdeur hukum dan dengan cara-cara yang tidak mengganggu kondusivitas.

"Kami sudah mengimbau kepada para tokoh, kelompok, atau ormas di Jawa Barat. Sekali lagi, jangan memperkeruh suasana. Mari jaga kondusivitas Jawa Barat," ujarnya Ahmad Dofiri.

Kapolda Jabar menuturkan, masyarakat jangan terprovokasi oleh ajakan-ajakan yamg dapat memperkeruh situasi. Bijak ketika menerima informasi di media sosial yang belum tentu benar.

"Mari sikapi dengan bijak, dengan suasana tenang, dan hati jernih. Permasalahan ini kan sudah ditangani secara hukum. Serahkan sepenuhnya kepada hukum," tutur Kapolda Jabar.

Sebelumnya, massa bersarung dan berkopiah yang terekam video mendatangi Mapolres Ciamis, ternyata pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS). Mereka datang ingin menggantikan HRS yang telah ditahan di Polda Metro Jaya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto