Netral English Netral Mandarin
01:30 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Hilmi: Respek untuk Polisi AS, Akhirnya Meminta Maaf kepada Masyarakat

Kamis, 10-December-2020 07:20

Aktivis Dakwah Hilmi Firdausi
Foto : Istimewa
Aktivis Dakwah Hilmi Firdausi
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis Dakwah Hilmi Firdausi kembali menyindir pemerintah atas kasus kontak tembak terhadap laskar Front Pembela Islam (FPI) yang menewaskan enam anggota laskar.

Kali ini Hilmi menampilkan foto aparat Kepolisian di Amerika Serikat yang tampak sedang dihukum karena kasus penangkapan yang berujung tewasnya seorang warga kulit hitam di Negeri Paman Sam. 

"Akhirnya aparat meminta maaf kpd masyarakat. Menghukum oknum polisi yg salah krn telah menewaskan seorang warga. Pendekatan humanis ini yg akhirnya meredakan demonstrasi rakyat atas kesewenangan aparat. Respect utk polisi AS. Semoga diikuti oleh aparat di negara2 lain," tulis Hilmi di akun Twitternya, Kamis (10/12/2020).



Sebelumnya, tuntutan kepada Pemerintah agar mengucapkan belasungkawa atas tewasnya enam anggota laskar FPI diungkapkan beberapa pihak. Bahkan budayawan MH Ainun Nadjib mengatakan bahwa inilah saatnya Presiden Jokowi berbicara empat mata dengan Habib Rizieq Shihab setelah kejadian ini. 

Hilmi sendiri secara tersirat Berharap aparat Kepolisian di Indonesia mengikuti langkah Kepolisian di Amerika Serikat Itu.

Cuitan sang Ustadz ini dikomentari oleh netizen yang mayoritas juga menentang penembakan terhadap laskar FPI.

@kurniawanabdoel: Tak akan terjadi di wakanda

@barlingmascakeb: Sini mah boro2 minta maaf, empati aja kagak.

@SriWINA41932587: Polisi Indonesia 

Mana Mau Minta Maaf 

Malah Sebaliknya 

Malah Mengancam Tindakan Masyarakat Yg Melawan Padanya .

@rikosetiawan_rs: Utk ukuran negara super power yg persenjataannya mumpuni hal yg mustahil tsb bs terjadi krn nurani mereka msh ada

@A4nom: Padahal di negara barat yang identik dengan demokrasi bar bar, aparat masih mau minta maaf. Lantas bagaimana di negara yang mengedepankan rasa ketimuran..

@ganafmargi: Itupun di demo dulu, demonya rusuh pula pakai menjarah toko toko....apanya yg respek ??

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati