Netral English Netral Mandarin
14:35 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Indonesia Tiongkok Tourism & Investment Forum’ Dorong Ekonomi dengan Investasi Pariwisata

Jumat, 18-December-2020 15:30

Menko Luhut
Foto : Istimewa
Menko Luhut
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di tengah upaya penanganan Covid-19, pemerintah juga tengah fokus pada Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), salah satu sektor andalan Indonesia, khususnya pariwisata.  

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi telah memfokuskan pada pemulihan sektor pariwisata dalam pengembangan destinasi wisata yang memprioritaskan ke 5 daerah utama di antaranya Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, dan Likupang. Dalam keterangannya, Lokasi, Jumat (18/12/2020).

Dalam rangka memeringati 70 tahun hubungan Diplomatik Indonesia dan China serta menggalakkan perekonomian pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menggelar ajang bergengsi Bertajuk ‘Indonesia-China Tourism & Investment Forum for 5 Key Super Priority Tourism Destinations’ yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 - 18 Desember 2020 bertempat di The Caldera, Danau Toba, Sumatera Utara. 



Lebih dekat, Ajang ‘Indonesia-China Tourism & Investment Forum for 5 Key Super Priority Tourism Destinations’ bertujuan dalam hal kerja sama kedua negara yang saat ini difokuskan  pada bidang investasi strategis, perdagangan, pariwisata, dan kesehatan terkait pandemi Covid-19 serta kelanjutan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, memudahkan akses kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru  serta dapat mengakselerasi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. 

Sebagai salah satu kawasan destinasi utama yang diprioritaskan, Danau Toba memiliki potensi yang sangat besar. Tidak hanya destinasi alam, tapi juga memiliki destinasi budaya dan buatan yang sangat menarik. Forum ‘Indonesia-China Tourism & Investment Forum for 5 Key Super Priority Tourism Destinations’ akan memperkenalkan keistimewaan dan keunikan berbagai kawasan destinasi di Indonesia, sehingga dapat menarik investasi sehingga percepatan pengembangan Sumber Pendapatan Daerah (SPD) dapat dilakukan guna menumbuhkan perekonomian Indonesia. Di tengah pandemi dengan kondisi perekonomian yang tengah melambat, maka Indonesia harus mampu meyakinkan investor untuk menanam modalnya di Indonesia. 

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menuturkan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak ekonomi yang sistemik, masif, dan terstruktur di seluruh dunia. Perubahan gaya hidup mendorong pemerintah serta dunia usaha untuk melakukan evaluasi serta penyesuaian kebijakan-kebijakan baru, yang tentunya harus dilakukan secara cepat. 

BKPM melakukan pendekatan-pendekatan di luar kebiasaan, tidak hanya untuk menangkap peluang investasi baru dari relokasi usaha, namun juga dalam penyelesaian persoalan investasi yang mangkrak. “Sudah 74,8 persen dari target investasi tahun 2020 sebesar Rp 817,2 triliun  terpenuhi. Sisanya optimis dapat kami kejar hingga akhir tahun ini,” ujar mantan Ketua HIPMI ini. 

Selain itu, Bahlil juga yakin dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) yang memberikan kemudahan dalam proses perizinan berusaha, daya saing Indonesia dalam menarik investasi akan lebih tinggi. Investasi yang hadir di Indonesia pun akan lebih terasa manfaatnya, karena harus merangkul pengusaha nasional di daerah dan UMKM.

Selain itu, ia juga yakin perbaikan-perbaikan iklim investasi akan terus meningkat, utamanya setelah Presiden Jokowi mengumumkan susunan kabinet baru. Menteri-menteri yang terpilih diharapkan akan lebih berkomitmen dalam usaha menarik investor ke Indonesia.

Sementara, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan menegaskan, hingga saat ini pemerintah juga sangat fokus dalam pemulihan ekonomi nasional terutama dalam bidang pariwisata. Melalui Kemenko Marves, pemerintah memang fokus dalam pembangunan dari lokasi pariwisata yang ada khususnya Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, dan Likupang. Pembangunan infrastruktur akan dikerjakan terutama yang menyambungkan area distribusi, ada juga untuk akses pariwisata,” katanya. 

Selain itu, bila memang perekonomian sudah membaik khususnya di bidang pariwisata maka akan ada lapangan pekerjaan baru yang bisa bermanfaat bagi kemajuan ekonomi Indonesia. 

Ditambahkan oleh Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata China, Mr. Zhang Xu melalui saluran virtual menjelaskan, “Kami sepakat untuk terus melakukan kolaborasi internasional guna penanganan dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, mempromosikan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan bilateral kedua negara, terutama dalam mendukung pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.”

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio menegaskan, penerapan protokol kesehatan menjadi hal penting untuk diperhatikan industri dan masyarakat. Para pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif maupun wisatawan harus melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan dan kepedulian. Rasa kepedulian terhadap diri kita sendiri, keluarga, sahabat, teman-teman, dan yang paling penting terhadap sektor pariwisata. 

"Kita tahu pandemi ini memberikan dampak yang besar, namun kita harus hadapi bersama. Kerja sama ini saya harapkan dapat diimplementasikan dengan penerapan protokol kesehatan yang sebaik-baiknya dan Kemenparekraf akan terus memberikan dukungan kepada industri dalam menghadirkan inovasi-inovasi lainnya," kata Wishnutama Kusubandio.

Kemenparekraf fokus melaksanakan program Sertifikasi (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) CHSE gratis bagi sektor pariwisata di 34 provinsi, sebagai standarisasi baru untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia. 

Menparekraf Wishnutama mengatakan, Indonesia telah mencanangkan pengembangan quality tourism sebagai rencana strategis ke depan. Artinya pengembangan pariwisata harus memperhatikan dan membangun semua aspek pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan HP