Netral English Netral Mandarin
10:36wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Indonesia Upaya Akhiri Ancaman Kesehatan AIDS di 2030, Ini yang Dilakukan Kemenkes

Senin, 30-November-2020 14:50

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, M Epid
Foto : Martina Rosa Dwi Lestari - Netralnews
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, M Epid
25

Indonesia Upaya Akhiri Ancaman Kesehatan AIDS di 2030, Ini yang Dilakukan Kemenkes

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, M Epid mengatakan, Indonesia berupaya mengakhiri ancaman kesehatan AIDS di 2030. Salah satu indikator tercapainya tujuan tersebut diantaranya tidak adanya infeksi baru, tidak ada kematian, dan tidak ada diskriminasi.

Disebutkan dr Nadia, ada banyak upaya yang telah dilakukan Kemenkes untuk menanggulangi HIV/ADIS di Indonesia. Ini berawal dari tahun 1987, ketika pertama kali kasus HIV ditemukan hingga akhirnya menjadi program nasional.

“Hasil modeling cukup baik, ini berkat kerjasama semua pihak. HIV tidak hanya ditangani oleh sektor kesehatan saja, melainkan lintas sektor. Dari upaya pencegahan dari remaja, hingga mengubah perilaku berisiko,” kata dr Nadia.

Pernyataan itu doisampaikan dr Nadia saat Press Briefing Hari AIDS Sedunia 2020 dengan tema “Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas: 10 Tahun Menuju Akhir AIDS 2030” yang diselenggarakan secara virtual, Senin (30/11/2020).

Turut hadir dalam acara tersebut, Country Director UNAIDS for Indonesia Stuart Watson, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr Ari Kusuma Januarto SpOG(K), dan Perwakilan dari Jaringan Indonesia Positif Meirinda Sebayang.

Pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak juga telah dilakukan dengan penawaran pemeriksaan HIV, Sifilis, dan Hepatitis. Nadia sebut, dari 1,7 juta ibu hamil, terbukti 0,3 persennya positif HIV.

“Dan sebagian besar tes bukan dari populasi kunci. Jadi fokus, bagaimana penularan pada ibu hamil yang merupakan populasi berisiko umum juga bisa dikendalikan,” ujar dr Nadia.

Upaya mengakhiri AIDS di 2030 juga merupakan program akselerasi dan komitmen untuk mencegah penularan pada anak. Harapannya, akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing dan nantinya berkontribusi pada pembangunan secara umum dan menjadi generasi emas di 2045.

Diimbau dr Nadia agar masyarakat, terutama yang berisiko untuk melakukan pemeriksaan dan mengetahui status HIV. Cara itu perlu dilakukan untuk memastikan saat berkeluarga dan memiliki keturunan, terpantau status HIV. “Ketahui status HIV dan tetap minum Obat ARV,” tegas dia.

Pada kesempatan yang sama, Stuart katakan di situasi Pandemi Covid-19, semakin banyak inovasi dan kemajuan dalam pemberian layanan HIV. Ini meliputi pemberian obat dan terapi. Dia nilai, krisis ini menjadi kesempatan untuk pemerintah, komunitas dan masyarakat sipil untuk mencapai tujuan bersama mengakhiri AIDS pada 2030.

“Dengan 10 tahun menuju 2030, UNAIDS menetapkan target 2025 yakni 95 persen cakupan layanan HIV seperti testing, pengobatan dan pencegahan. Kedua, penghapusan hambatan sosial dan hukum terhadap mengakses layanan HIV,” jelas Stuart.

 

Reporter : Martina
Editor : sulha