Netral English Netral Mandarin
14:42 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Mao ‘Jago' soal Pariwisata? Ini Sekolahnya

Selasa, 29-December-2020 19:00

Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Poltekpar Bali.
Foto : Kemenparekraf
Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Poltekpar Bali.
10

DENPASAR, NETRALNEWS.COM - Dalam mempercepat pemulihan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, ingin agar Politeknik Pariwisata Bali dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM.

Hal ini dilakukan supaya lulusan Poltekpar Bali dapat membuka lapangan kerja di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menparekraf Sandiaga Uno saat memberikan sambutan saat kunjungan ke Poltekpar, menjelaskan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menyiapkan SDM yang unggul. Karena pariwisata pascapandemi akan berubah secara fundamental, lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dan mempercepat proses pemulihan pandemi. Selain itu, Menparekraf memang memprioritaskan pendidikan, karena ini berkaitan dengan masa depan bangsa.



“Poltekpar Bali sebagai center of excellent ini harus betul-betul bisa melahirkan SDM-SDM terbaik di bidang pariwisata, dan kita harus langsung ada langkah percepatan. Karena, sektor pariwisata saat ini keadaannya sangat sulit, banyak pegawai yang dirumahkan, dan susah mendapatkan pekerjaan baru. Oleh karena itu, gerak cepat, gerak bersama, dan gaspol sangat diperlukan,” ujar Sandiaga, dalam siaran persnya, Selasa, (29/12/2020).

Dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM, Menparekraf mengedepankan tiga aspek, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Menparekraf menjelaskan ke depan bagian dari pada adaptasi berkaitan dengan kebijakan pariwisata yang harus berbasis data yang disesuaikan pada keadaan terkini. Lalu kolaborasi, Menparekraf mengimbau agar pihak Poltekpar Bali menggerakan ikatan alumni untuk membantu membangun education based on technology, seperti rumah siap kerja dan ruang guru.

“Kalau kita bisa reach out_seperti ini saya rasa kolaborasi ini akan sangat win win win solution_, win untuk Poltekparnya, win untuk mahasiswanya, dan win juga untuk para pengajarnya,” ujar Sandiaga.

Sandiaga juga menginginkan Poltekpar Bali bisa menggarap_enterpreneurship_ bagi mahasiswanya. Karena, sektor ini tidak hanya menjual pariwisata, namun ekonomi kreatifnya juga. Untuk itu, mahasiswa Poltekpar harus andal dalam bidang _enterpreneur_, bukan hanya mencari lapangan kerja setelah lulus, tapi juga menciptakan lapangan kerja.

“Kalau dalam enterpreneuship, proaktiveness adalah hal yang paling penting. Kita harus bergerak, bergerak, dan bergerak, tidak bisa kita menunggu bola, kita harus menjemput bola. Selain itu, sebagai _entrepreneurship_ juga harus berinovasi dan berani mengambil keputusan,” jelas Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga juga bercerita ketika ia ditugaskan untuk membangkitkan sektor pariwisata, ada sekitar 35-40 juta lapangan pekerjaan yang telah ia bidik yang sesuai di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Saya ingin kita garap semua potensi untuk membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi. Oleh karena itu, saya butuh dukungan dari semua pihak yang ada di lingkungan Poltekpar ini,” kata Sandiaga.

Dari kolaborasi ini, Menparekraf berharap akan hadir terobosan-terobosan yang luar biasa, sehingga visi Poltekpar menjadi perguruan tinggi di bidang pariwisata berstandar internasional unggul dan berkepribadian Indonesia dapat terwujud.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani