Netral English Netral Mandarin
15:17 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Investor Milenial Mendominasi Pasar Modal Indonesia 

Rabu, 23-December-2020 23:50

Pemaparan secara virtual oleh direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia terkait aktivitas perusahaan sepanjang 2020.
Foto : Istimewa
Pemaparan secara virtual oleh direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia terkait aktivitas perusahaan sepanjang 2020.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo menegaskan, selaku Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian transaksi di pasar modal Indonesia, perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan terutama di bidang teknologi digital.

Salah satu tujuan pengembangan infrastruktur digital yang disediakan KSEI bagi pasar modal Indonesia adalah untuk mendukung peningkatan jumlah investor. 

Berdasarkan data demografi investor, menunjukkan bahwa jumlah investor milenial pada rentang usia di  bawah 30 tahun hingga 40 tahun, yang kehidupannya erat dengan teknologi mencapai 73,83?ri total investor pasar modal Indonesia saat ini. 



Meski demikian, jumlah aset investor milenial terbilang kecil yaitu sekitar Rp18,7 triliun jika dibandingkan dengan jumlah aset milik investor di rentang usia di atasnya yang telah mencapai ratusan triliun.

Direktur KSEI Supranoto Prajogo menjelaskan, berdasarkan data yang tercatat di KSEI per tanggal 30 November 2020, investor pasar modal didominasi oleh 61,11% laki-laki.

Kemudian, sebesar 50,24% usia di bawah 30 tahun, sebesar 53,69% merupakan pegawai swasta, sebesar 44,09% lulusan sarjana, sebesar 58,16?rpenghasilan 10-100 juta/tahun, dan sebesar 72,12?rdomisili di pulau Jawa. 

Supranoto juga mengatakan, sebesar 52,09% investor yang terdaftar melalui Single Investor Identificaton (SID) melakukan pembukaan rekening melalui Selling Agent Fintech (Financial Technology).

"Sehingga, platform digital memang menjadi sarana yang banyak dimanfaatkan oleh investor untuk berinvestasi pasar modal," jelasnya dalam paparan secara virtual di Jakarta, Rabu (23/12/2020). 

Sedangkan, dari sisi jumlah investor, dari akhir tahun 2019 hingga 23 Desember 2020, jumlah SID tumbuh 45,51% menjadi 3.615.019 SID. 

Ia menerangkan, jumlah tersebut merupakan jumlah Single Investor Identification (SID) terkonsolidasi yang terdiri dari investor Saham, Surat Utang, Reksa Dana, Surat Berharga Negara (SBSN) dan Efek lain yang tercatat di KSEI, dengan komposisi 1.547.619 SID yang memiliki aset Saham, 2.905.718 SID memiliki aset Reksadana dan 452.635 SID memiliki aset Surat Berharga Negara.

"Kami yakin, potensi investor milenial masuk pasar modal masih sangat besar," kata Uriep menambahkan.

Sementara itu, dalam rangka mendukung industri pasar modal Indonesia, KSEI bersama dengan BEI dan KPEI telah memberikan insentif atas layanan jasa yang diberikan kepada pelaku industri sehubungan dengan kondisi pandemi mulai bulan Juni hingga Desember 2020. 

Untuk pemakai jasa KSEI, penyesuaian yang dilakukan antara lain terkait penurunan biaya penyimpanan dari 0,005% menjadi 0,0045%, pembebasan biaya pendaftaran Efek awal, biaya tahunan untuk Efek yang diterbitkan selama periode intensif menjadi 50%, pengurangan biaya S-INVEST sebesar 75% hingga pembebasan biaya registrasi produk investasi selama periode insentif. 

Uriep berharap penyesuaian tersebut dapat terus mendukung geliat pasar modal Indonesia meski diterpa kondisi pandemi.

Uriep juga menyampaikan beberapa pengembangan yang berhasil dilakukan KSEI, khususnya terkait dengan teknologi digital sehingga dapat mendukung beberapa kegiatan di pasar modal Indonesia secara online. 

Selama 2020, terdapat penambahahan 1 Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) yang bekerja sama dengan KSEI, sehingga total terdapat 17 bank yang dapat mendukung pembukaan RDN dalam berinvestasi di Pasar Modal. 

Adapun, jumlah Perusahaan Efek yang dapat mendukung program Simplifikasi Pembukaan Rekening sepanjang tahun 2020 juga bertambah 8 perusahaan sehingga secara total terdapat 19 Perusahaan Efek yang dapat mendukung proses pembukaan rekening secara online.

Pengembangan platform digital lainnya juga direalisasikan KSEI melalui pengembangan eASY.KSEI sebagai platform e-Proxy sejak April 2020. 

Untuk diketahui, Program strategis KSEI lainnya adalah Information Hub yang meliputi pengembangan validasi data investor, baik dengan Ditjen Dukcapil terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) untuk investor diaspora serta pengembangan SRE Syariah dalam rangka mendukung Roadmap Pengembangan Pasar Modal Syariah. Terdapat juga 3 rencana strategis yang baru dari KSEI yaitu Optimaliasi Sub Registry KSEI, Securities Crowd Funding dan Pengembangan Layanan SRE Syariah.

Reporter :
Editor : Irawan HP