Netral English Netral Mandarin
05:31 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Kang Emil: Hasil Survei, Sembilan Persen Warga Jabar Tak Bersedia Divaksin COVID-19

Senin, 14-December-2020 15:27

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Foto : Istimewa
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
11

BANDUNG, NETRALNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil menuturkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melakukan survei terkait vaksinasi COVID-19 dan hasilnya hanya sembilan persen warga Jabar yang tidak bersedia divaksinasi COVID-19.

"Kami melakukan survei, 93 persen warga Jabar sudah mengetahui soal vaksinasi. Sosialisasi baik. Persepsi vaksin itu, yang tidak bersedia hanya sembilan persen. Sangat kecil," kata Kang Emil, di Bandung, Senin (14/12/2020).

Dari survei tersebut juga diketahui bahwa jumlah warga Jabar yang belum memutuskan apakah akan divaksin atau tidak sebanyak 43,8 persen dan yang sudah yakin akan divaksin COVID-19 sebanyak 47,1 persen.



"Yang belum memutuskan kebanyakan karena ingin mendapatkan informasi yang lebih mendalam sebelum berkeyakinan untuk divaksin," kata dia.

Ia mengatakan sebanyak 73,4 persen responden warga Jabar dalam survei tersebut menginginkan vaksin dalam negeri.

"Kita doakan vaksin ini lancar. Nanti jam 1 akan diambil tes darah terakhir di Puskesmas Garuda. Mohon doanya agar menghasilkan kesimpulan antibodi yang berlimpah di atas 90 persen sehingga bisa dibagikan," kata dia.

Kang Emil mengatakan vaksin COVID-19 yang dibeli langsung oleh pemerintah dari perusahaan farmasi Sinovac Biotech Ltd, China ada satu juta sekian dosis dan masih menunggu keputusan BPOM.

"Yang satu juta sekian akan segera dilaksanakan dengan prioritas ke tenaga kesehatan, TNI, Polri dan profesi rawan dan warga di zona rawan setelah ada keputusan dari BPOM," kata dia dilansir dari Antara.

Reporter : Widi Fembrian
Editor : Widi Fembrian