Netral English Netral Mandarin
18:23 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Kasus Polisi Vs FPI, Politisi PD: Negara Harus Terbuka dan Jujur, Rakyat Monitor! 

Selasa, 08-December-2020 18:20

Politisi Partai Demokrat (PD) Benny Benny K Harman
Foto : Pikiran Rakyat
Politisi Partai Demokrat (PD) Benny Benny K Harman
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat (PD) Benny Benny K Harman menyoroti kasus penembakan enam laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50 pada Senin (7/12/2020) kemarin. 

Melalui akun Twitternya, Benny mengunggah pernyataan Sekretaris Umum FPI Munarman yang menyebut bahwa penembakan yang menewaskan enam laskar FPI itu merupakan pembantaian. 

Dalam cuitannya, Benny berpendapat jika negara harus memberikan penjelasan secara terbuka, jujur dan rasional soal kejadian sebenarnya agar tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat. 



"Penembakan 6 Pengawal Rizieq Shihab Itu Adalah Pembantaian. Betul kah?," kata @BennyHarmanID, dikutip netralnews.com, Selasa (8/12/2020).

"Negara harus memberikan penjelasan secara terbuka, terus terang, jujur, dan rasional apa sebenarnya yang terjadi. Dengan begitu rakyat tidak membuat spekulasi sendiri-sendiri. Rakyat Monitor!," jelas Benny. 

Sebelumnya diberitakan, enam laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) dikabarkan ditembak mati oleh polisi di Tol Jakarta-Cikampek km 50 pada Senin (7/12/2020) dini hari. Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, penembakan itu dilakukan anggotanya karena diserang oleh pengikut Habib Rizieq. 

"Terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB," kata Fadil dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (07/12/2020). 

Fadil membeberkan, kendaraan aparat dipepet dan diberhentikan oleh dua kendaraan pengikut Habib Rizieq. 
Para pengikut HRS yang berjumlah 10 orang melakukan penyerangan dengan menodongkan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam). 

"Karena membahayakan keselamatan jiwa petugas pada saat itu, kemudian petugas melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan enam orang penyerang meninggal dunia dan empat orang lainnya melarikan diri," ujarnya. 

Namun, pernyataan Kapolda Metro Jaya itu dibantah oleh Sekretaris Umum FPI Munarman. Ia mengatakan, laskar FPI tidak pernah dibekali senjata tajam, apalagi senjata api.

"Ini fitnah luar biasa, memutarbalikkan fakta dengan menyebutkan bahwa laskar yang lebih dulu menyerang dan melakukan penembakan," kata Sekretaris Umum FPI Munarman dalam konferensi persnya di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020).

"Fitnah besar kalau laskar kita disebut membawa senjata api dan tembak menembak. Fitnah itu. Laskar kami tidak pernah dibekali senjata api, kami terbiasa tangan kosong, kami bukan pengecut," tegasnya. 

Munarman menjelaskan, setelah mendapat kabar bahwa ada laskar FPI yang ditembak, ia langsung memerintahkan laskar lainnya untuk melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP). Namun, lanjut Munarman, di TKP tidak ada jenazah, proses evakuasi dan keramaian. 

"Di tengah malam itu saya suruh cek begitu saya dengar ada berita ada laskar yang ditembak, kita suruh cek ke pintu tol Karawang Timur, ternyata tidak ada mobil laskar di situ, jenazah tidak ada. Kalau itu memang tembak menembak dan tewas di tempat pasti ada jenazah di situ, pasti membutuhkan proses lama untuk evakuasi di situ . Tapi ini tidak ada," ucap dia. 

"Kalau sejak awal tembak menembak berarti tewas di tempat dong. Tewas ditempat pasti banyak (orang). Semalam saya sendiri sampai pukul 03.00 WIB sudah cek dengan teman-teman di lapangan, tidak ada jenazah di situ," tandas Munarman. 

Munarman mengungkapkan, ada salah satu dari 6 laskar FPI yang disebut ditembak itu sempat mengirimkan rekaman suara atau voice note saat sedang merintih kesakitan. Namun setelah itu nomor ponsel yang bersangkutan sudah tidak aktif lagi. Karenanya, Munarman berkesimpulan jika laskar FPI dibawa ke suatu tempat dan dibantai. 

"Perlu diketahui, sempat salah satu laskar mengirimkan voice note rintihan dari salah satu laskar kita yang ditembak, itu artinya apa? Itu artinya laskar kita dibawa ke satu tempat dan dibantai di tempat itu, dibantai di tempat lain, kemudian setelah voice note terkirimkan, tidak ada lagi hp dari laskar 6 orang itu yang aktif kita hubungi," jelasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati