Netral English Netral Mandarin
21:22wib
Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Yahya Waloni menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kalangan Nasrani. Para peneliti menemukan sebuah parasit malaria yang kebal obat di Uganda.
Ketua DPD Kutuk Keras Aksi Teror di Sigi Sulteng

Selasa, 01-December-2020 22:35

Jemaat Gereja di Sigi dibakar.
Foto : Manadopos
Jemaat Gereja di Sigi dibakar.
31

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengutuk keras tragedi pembantaian satu keluarga di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat (27/11/2020) pekan lalu. 

"Saya, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, Ketua DPD RI, mengutuk keras perbuatan keji pembunuhan yang diduga kuat dilakukan kelompok teroris MIT yang menewaskan 4 orang di Sigi," kata La Nyalla di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Ia menyebut, aksi teror yang diduga dilakukan komplotan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu sudah di luar batas kemanusiaan. "Perbuatan tersebut keji dan di luar batas nalar kemanusiaan," tegas La Nyalla. 

La Nyalla juga menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia pun meminta aparat terus mengejar pelaku aksi teror tersebut.

"Saya menyampaikan belasungkawa, duka cita yang mendalam kepada para keluarga korban. Yakinlah, Polri yang dibantu oleh TNI dalam Satgas Tinombala akan mengejar pelaku hingga tertangkap. Kita harus terus mendukung tim tersebut untuk menumpas teroris MIT," ujarnya.

Senator asal Jawa Timur itu meminta masyarakat tidak terprovokasi. Menurutnya, perbuatan keji tersebut tidak terkait SARA melainkan murni aksi teror. Kelompok teroris, disebutnya, ingin merusak persatuan dan kesatuan Indonesia. 

"Pembunuhan sadis itu dilakukan untuk menciptakan teror. Pembantaian yang dilakukan kelompok ini untuk merusak persatuan dan kerukunan bangsa," ujar La Nyalla. 

Karenanya, La Nyalla menghimbau agar masyarakat harus bersatu agar niat para teroris memecah persatuan tidak terwujud. 

"Saya mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi. Ini merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat kita sesalkan bisa terjadi," imbuhnya.

Lebih jauh, La Nyalla juga meminta kepada TNI/Polri dan Pemda setempat agar memberikan kepastian keamanan bagi warga yang mengungsi akibat aksi teror kelompok MIT itu. 

"Baik Pemprov maupun Pemkab harus menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga yang mengungsi ini. Pendampingan trauma healing untuk warga, khususnya keluarga korban, wajib ada setiap saat di pengungsiaan," ucap dia.

La Nyalla pun meminta anggota DPD Dapil Sulteng melakukan pendampingan kepada warga korban teror di Sigi. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) harus setiap saat dilakukan.

"Para senator di Sulteng harus turun ikut menangani pasca-tragedi pembantaian sadis oleh kelompok teror. Harus memastikan kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi. Koordinasi selalu dengan Pemda apa saja yang diperlukan oleh warga," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, empat orang dibantai di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (27/11/2020). Pelaku diduga dari kelompok jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora. 

Kondisi para korban sangat mengenaskan. Ada korban yang kepalanya ditebas, hingga dibakar. Sebagian keluarga korban berhasil lari menyelamatkan diri ke hutan.

Sejumlah rumah juga dirusak dalam kejadian itu. Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyebut salah satu rumah di antaranya difungsikan sebagai tempat ibadah.

Buntut dari aksi teror di Sigi, ada 150 kepala keluarga yang mengungsi meninggalkan permukiman mereka karena ketakutan pelaku teror akan kembali untuk melakukan pembantaian. 

Reporter : adiel
Editor : sulha