Netral English Netral Mandarin
15:50 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Kisruh Rizieq, Karma Ahok Masih Sakti

Jumat, 11-December-2020 20:20

Rizieq Shihab dan Basuki Tjahja Purnama
Foto : Suara.com
Rizieq Shihab dan Basuki Tjahja Purnama
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Saya tidak akan mungkin lupa kata-kata Ahok di pengadilan usai divonis 2 tahun penjara. Pada Rabu, 9 Mei 2017, saya menanti harap-harap cemas.

Di atas mobil komando Auditorium Kementan Ragunan tempat Ahok disidang jantung saya berdegub kencang. Ada Eko Kunthadi dan Denny Siregar juga di atas mobil komando itu. Mereka berdua ikut menyemangati pendukung  Ahok.

Di dalam pengadilan, Ahok dengan suara  bergetar berkata "Percayalah. Sebagai penutup, kalau anda menzolimi saya, yang anda lawan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Esa. Saya akan buktikan satu persatu dipermalukan. Terima kasih".



Aksi 411 2016 menjadi awal gelombang FPI  menyeret Ahok ke jeruji besi. Aksi 411 itu membesar menjadi aksi GNPF MUI 212. Tiada hari FPI dan pentolan 212   mencaci maki, menyumpah serapah  Ahok.

Sumpah serapah, caci maki dan teriakan bunuh Ahok, seret Ahok ke penjara, tangkap Ahok terdengar kencang setiap hari. MRS menyebut Ahok si kutil babi. Ujung cerita kita tahu akhirnya Ahok kalah di pilgub. Ahok masuk penjara selama 2 tahun.

Tanggal 6 November 2017, dari Saudi Arabia MRS diberitakan diperiksa Polisi KSA. MRS diduga mengibarkan bendera hitam yang mirip bendera HTI. Nasib MRS di negeri seberang memang bikin miris.  Di sini MRS dielu-elukan pengikutnya. Di sana MRS tidak dianggap.

Saya punya catatan orang-orang yang dulu menzolimi Ahok satu persatu akhirnya dipermalukan hidupnya.

Satu persatu orang-orang yang mengutuki dan menyumpah serapah Ahok kena karma Ahok.

Gubernur Jambi Zumi Zola yang ikut aksi 212 akhirnya masuk jeruji besi KPK.

Ratna Sarumpaet juga kena karma masuk penjara dipermalukan dengan kebohongan muka bonyoknya.

Ahmad Dhani juga kena karma masuk penjara karena terbukti bersalah melakukan penghinaan.

Juga nama-nama seperti Jonru, Buni Yani,  adik Ketua MPR Zulkifli Hasan  dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan kena karma Ahok juga.

Sugik Nur juga masuk penjara karena mulut jahatnya. Ia menghina NU. Soni Eranata juga masuk penjara karena mulut kotornya. Ia menghina Habib Lutfi bin Yahya.

Ada banyak orang-orang yang dulu begitu bernafsu memenjarakan Ahok akhirnya masuk penjara juga. Dipermalukan.

Seminggu lalu, KPK menahan  tersangka mantan anggota BPK Rizal Djalil. Rizal ditahan karena diduga terlibat dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR.

Anggota BPK Rizal Djalil ini pernah berseteru dengan Ahok pada 2015. Saat itu laporan audit BPK melaporkan ada kerugian negara yang terjadi.

Pembelian lahan RS Sumber Waras puluhan milyar oleh Ahok menurut Rizal Djalil menimbulkan kerugian negara.

Padahal, tidak ada sepeserpun uang itu masuk ke kantong Ahok. Rumah sakit yang mau dibangun Ahok untuk pasien kanker itu akhirnya tidak terwujud.

Laporan audit BPK Rizal Djalil itu menggantung nasib lahan itu. Sampai sekarang rumah sakit khusus kanker itu tidak dilanjutkan pengganti Ahok.

Kebenaran akan mencari jalannya sendiri. Rizal Djalil yang mencari-cari kesalahan Ahok itu akhirnya seminggu lalu diseret ke jeruji besi. KPK memasukkannya ke kerangkeng besi.

Dan puncaknya, hari ini kita terperanjat. Kaget bin tak percaya.

MRS ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman 6 tahun penjara. Ia dituduh melanggar prokes. Membuat kerumunan di masa pandemi Covid-19.

Kita tahu, drama kepulangan MRS dari Arab Saudi beberapa minggu lalu benar-benar membuat kegaduhan yang luar biasa.

Bandara Soetta sempat lumpuh beberapa jam akibat ribuan orang pengikutnya  tumplek bleg membanjiri jalan tol sepanjang bandara. Juga di dalam  bandara massa pengikutnya memenuhi setiap sudut bandara. Bahkan banyak properti bandara rusak.

Sepulang dari bandara, MRS tancap gas mengolok-olok TNI. TNI dituding MRS jadi cukong China. TNI marah besar. Baliho-baliho wajah MRS yang menguasai Jakarta disobek-sobek. Dirobohkan. Dicopot.

Pangdam Jaya Dudung Abdurahman memerintahkan pencopotan semua baliho MRS di Jakarta. Daerah-daerah lain juga melakukan hal yang sama. Bahkan Kodam Jaya melakukan psy war dengan mengirimkan kendaraan pansernya di depan markas FPI Petamburan.

Acara Maulid Nabi juga dipakai MRS untuk mengejek pemerintah. Terjadi kerumunan di sana.

Esoknya, MRS menikahkan putrinya. Pernikahan putrinya itu dibanjiri 10ribu orang. Kerumunan itu melanggar protokol kesehatan.

Dan beberapa waktu lalu,  MRS dipanggil polisi. Ia dimintai keterangan. MRS menolak panggilan polisi itu. Polisi dihalang-halangi masuk Petamburan. Dua kali polisi gagal memanggil MRS. Pengawal MRS membuat pagar hidup di pintu gang rumah MRS.

Door...door..doorr...

Enam orang anggota pengawal MRS tewas diterjang peluru. Insiden penembakan itu terjadi sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Menurut polisi, dini hari itu terjadi penyerangan anggota FPI kepada  polisi. Polisi membalas serangan tersebut dengan tembakan. 6 orang pengawal MRS tewas terkena peluru polisi.

FPI melawan. Menurut Sekjen FPI Munarman, anggota mereka tidak ada  menyerang polisi. Tapi diculik dan dibantai.

MRS kemudian resmi menjadi tersangka.

Ketua Umum FPI Sobri Lubis juga  nasibnya sama dengan MRS, jadi tersangka.  Polisi tidak lagi memanggil MRS untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Tidak tanggung-tanggung 5 orang loyalisnya juga ikut jadi tersangka.

Polisi langsung menetapkannya sebagai tersangka. Artinya, polisi bakal melakukan penangkapan dalam waktu tidak lama lagi. MRS akan ditetapkan sebagai buron alias DPO.

Pagi ini saya merenungkan semua kata-kata Ahok itu. Kok bisa orang-orang yang dulu begitu penuh nafsu memenjarakan  Ahok malah sekarang masuk penjara?

Kekerasan verbal yang dulu mereka pakai menyeret Ahok menjadi senjata makan tuan. Mengenai dirinya sendiri.

Benarlah kalimat bijak yang mengatakan orang yang hidupnya dengan pedang, akan mati dengan pedang juga.

Orang yang hidupnya penuh kekerasan kebencian, akan jatuh dengan kekerasan dan kebencian yang dibuatnya sendiri. Hanya menunggu waktu saja.

Hari ini, Ahok berada di suatu tempat yang indah. Ia sedang berbahagia bekerja membenahi Pertamina yang semakin kinclong kinerjanya. Ahok adalah komandan di jajaran dewan  komisaris Pertamina.  

Sementara itu, hari ini juga,  penyidik Polda Metro Jaya dan Mabes Polri sedang bersiap untuk mengirim pasukan menangkap MRS.

Karma menemukan jalannya sendiri.  Siapa yang menabur angin akan menuai badai. Siapa yang menzolimi orang tidak bersalah akan menerima karmanya.

Pada akhirnya kebenaran akan mencari jalannya sendiri.

Salam perjuangan penuh cinta

Penulis: Birgaldo Sinaga

Reporter :
Editor : Taat