Netral English Netral Mandarin
banner paskah
19:40wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Komposisi Politik Berubah Pasca Penangkapan Edhy Prabowo, RG: Lobster Membawa Berkah Tuh

Kamis, 26-November-2020 18:16

Istimewa
Foto : Pengamat Politik Rocky Gerung
Istimewa
17

 

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung (RG) turut angkat bicara terkait penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, sekaligus bagian dari Gerindra, Edhy Prabowo. 

Diketahui RG, Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra yang juga merupakan Menteri Pertahanan belum memberikan tanggapan. 

Bagi RG, sementara Prabowo sedang berpikir, di sisi lain ada pihak yang sudah berfikir untuk menggantikan posisi Prabowo di dalam duet dengan PDIP pada Pemilihan Presiden di 2024. 

"Mungkin beberapa menteri menilai ini berkah. Komposisi politik langsung berubah," ujar RG, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Kamis (26/11/2020).

Pernyataan ini disampaikan RG, pasalnya dari dulu hingga sekarang, orang masih menganggap Prabowo-Puan Maharani akan maju di Pilpres 2024. Tetapi karena kasus penangkapan Edhy, ada kemungkinan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian merasa lebih pantas duet dengan Puan. 

"Ini soal setting politik dibalik KPK. Menarik sebetulnya," tegas dia. 

RG katakan, orang-orang melihat proksi-proksi baru dihebohkan oleh kasus Lobster yang menyandung Edhy. 

"Jadi Lobster yang membawa berkah tuh, bagi potensi yang lain. Saya kira selalu ada balanching nanti beberapa partai juga pasti sedang diincar itu," kata RG. 

RG sebut, situasi ini bisa dianggap operasi Istana untuk menghasilkan keseimbangan baru karena merasa bahwa Istana kehabisan legitimasi. 

"Jadi isu ini tentu dianggap memberi legitimasi kembali pada Istana untuk mengatur ulang politik," ujar RG. 

Reporter : Martina
Editor :