Netral English Netral Mandarin
10:11 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Mardani: Nitip Salam buat Pemerintah, Jangan Selalu Jualan Isu Radikalis dan Teroris

Rabu, 23-December-2020 05:20

Mardani Ali Sera
Foto : DPR Go Id
Mardani Ali Sera
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengingatkan  pemerintah agar jangan 'jualan' isu radikalis dan teroris.

Pasalnya, menurut Mardani, pernyataan pemerintah soal isu radikalis dan teroris dikutip media asing dan diberitakan bahwa Indonesia tidak aman.

Dampaknya, lanjut Mardani, bakal merugikan negara ini karena investor asing ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia. 



Hal tersebut disampaikan Mardani mengomentari pemberitaan media soal pernyataan Menteri Agama (Menag) baru Yaqut Cholil Qoumas yangtidak ingin agama digunakan sebagai alat politik untuk menentang pemerintah maupun merebut kekuasaan. 

"Izin nitip salam buat pemerintah:Jangan selalu "jualan" isu Radikalis & teroris, karena statmen-statmen pemerintah RI dikutip media barat, media luar menulis Indonesia tidak aman," tulis Mardani di akun Twitter-nya, Selasa (22/12/2020).

"Akhirnya Investor ragu masuk Indonesia. Sehingga investor dan pariwisata masuk ke negara tetangga. #rugikita," cuit Anggota DPR itu.

Sebelumnya, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, jika dirinya telah resmi menjabat Menteri Agama, maka ia akan berjuang menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Ia itu tak ingin agama digunakan sebagai alat politik untuk menentang pemerintah maupun merebut kekuasaan. 

Yaqut menyampaikan hal itu dalam sambutannya usai diumumkan sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (22/12/2020).

"Setelah nanti resmi menjadi Menteri Agama, yang pertama yang ingin saya lakukan adalah bagaimana menjadikan agama itu sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Artinya apa, bahwa agama sebisa mungkin tidak lagi digunakan menjadi alat politik baik untuk menentang pemerintah maupun merebut kekuasaan, atau mungkin untuk tujuan-tujuan yang lain," kata Yaqut seperti ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden.

"Agama biar menjadi inspirasi dan biarkan agama itu membawa nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," jelas Ketua GP Ansor itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani