Netral English Netral Mandarin
22:07 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Tak Diakui Marga Siregar, DS: Asal Jangan Tidak Diakui Sebagai Anak Indonesia

Kamis, 17-December-2020 09:15

Denny Siregar, pegiat media sosial.
Foto : Facebook Denny Siregar
Denny Siregar, pegiat media sosial.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Pegiat media sosial, Denny Siregar mengaku santai saat mendengar diriya tidak diakui lagi sebagai bagian dari keluarga besar marga siregar. Menurutnya, marga tersebut hanya penanda bahwa dirinya lahir di Sumatera Utara, tidak lebih.

Karena itu, yang lebih utama adalah dirinya sebagai putra Indonesia dan tak ingin dirinya tidak diakui sebagai anak Indonesia.

“Marga gua Siregar, hanya penanda saja bahwa gua lahir di Sumut. Tapi darah gua sebagai putra Indonesia itulah yang membanggakan. Mau dipecat semarga gak masalah, yg penting jangan tdk diakui sbg anak Indonesia. Lagian ga pernah ngasi makan, tiba2 maen pecat aja. Elu siapa ??” tulis Denny di akun Twitternya, Kamis (17/12/2020).



Sebelumnya, beredar maklumat dari persatuan Marga Siregar Tapanuli Selatan yang tidak mengakui Denny Siregar sebagai salah satu saudara semarga. Kisah ini menyusul Ade Armando yang belum lama ini dipecat dari warga Minang.

Dalam maklumat yang diterima Tagar, surat itu mengatasnamakan Parsadaan Siregar, Boru dohot Babere (PSBB), mewakili marga Siregar khususnya yang berasal dari wilayah Tapanuli Bagian Selatan.

Maklumat tersebut menyatakan sangat menyesalkan ulah, tingkah dan provokasi Denny Zulfikar Siregar yang dianggap selalu memojokkan Islam, santri dan para ulama.

"Pada dasarnya, Marga Siregar, khususnya yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan umumnya adalah Muslim yang sangat taat. Sangat mencintai dan menghargai para Ulama. Karena itu ulah dan Provokasi Kahanggi kami Denny Siregar sangat bertolak belakang dengan Prinsip Marga Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan," bunyi maklumat itu.

Denny Siregar dinilai tidak memahami adat dan prinsip Marga Siregar karena lama menetap di Pulau Jawa.

"Mengingat Kahanggi kami Denny Siregar besar di Pulau Jawa, hanya menumpang lahir di Kota Medan -Sumatera Utara, jadi kurang memahami adat dan prinsip hidup Marga Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan, maka dengan ini kami dari Perwakilan PSBB meminta maaf kepada Umat Islam khususnya para Ulama atas semua ulah, tingkah laku dan semua provokasi dari Denny Siregar," lanjut surat itu.

Maklumat yang ditandatangani sejumlah nama bermarga Siregar ini lalu mengumumkan pemecatan Denny Siregar dari bagian keluarga besar Marga Siregar Tapanuli Bagian Selatan.

"Dengan ini kami perwakilan dari PSBB juga memutuskan mulai dari sekarang tidak mengakui lagi Denny Siregar sebagai saudara semarga atau bagian dari Keluarga Marga Siregar khususnya Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan. Adapun nama Siregar dibelakang namanya kami anggap bukan marga tapi bagian dari nama. Selanjutnya kami tidak akan sebut lagi Kahanggi, tapi saudara," terang surat itu.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP