Netral English Netral Mandarin
00:44 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Mimpi Jumpa Nabi, Haikal Dipolisikan? TZ: Mimpi Jadi Presiden RI Dilaporkan MAKAR?

Rabu, 16-December-2020 08:55

Tengku Zul sebut mimpi kok dilaporkan, mimpi jadi Presiden RI dilaporkan MAKAR?
Foto : Istimewa
Tengku Zul sebut mimpi kok dilaporkan, mimpi jadi Presiden RI dilaporkan MAKAR?
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PWNU Jawa Timur angkat bicara soal Sekjen Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan, yang mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW.

"Saya tidak tahu beliau bermimpi sungguh atau tidak. Tapi dari orang itu kan tidak boleh menginformasikan sesuatu yang dapat satu kelebihan (bertemu Rasulullah). Jadi biasanya hal-hal seperti itu tidak dipublikasikan. Kalau orang yang sering ketemu Nabi itu tak di-publish," kata Khatib Syuriah PWNU Jatim KH Safruddin Syarif, Selasa (15/12/2020).

Menanggapi pernyataan KH Safruddin, Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain  melalui akun Twitternya, Selasa malam (15/12/20) megatakan: "Ustadz Haikal Hasan berkata mimpi jumpa Nabi. PW NU Jatim bilang jgn mau dibohongi. Kini ustadz HH diadukan ke Polda Metro Jaya?"

"Mimpi kok dipidana? Jika ada orang cerita dia mimpi jadi Presiden RI, terus dilaporkan dgn tuduhan MAKAR, menyaingi Presiden?" imbuh Zul.

Sebelumnya dilansir Detik.com, Safruddin mengungkapkan tak percaya Haikal bertemu lewat mimpi dengan Rasulullah SAW. Sebab, ia menilai pengakuan Haikal penuh motif politis untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

"Kalau ini kan kentara sekali ada motif. Makanya kemudian saya cenderung tidak percaya apa yang dikatakan Haikal Hassan. Tapi hakikatnya dia sendirilah. Kalau dia bohong, ya dia tanggung jawab sendiri. Karena kita kan tidak tahu," tegas Safruddin.

"Dan saya melihat ini ada motif-motif politik untuk memberikan satu dukungan dan memberikan penegasan kepada masyarakat supaya kalau mati akan bersama dengan Kanjeng Nabi. Kan gitu seakan-akan. Maka dari itu, perlu dicurigai. Artinya, saya pribadi tidak percaya ungkapan Ustaz Haikal Hassan itu," tambahnya.

Safruddin kemudian menjelaskan orang yang bertemu dengan Rasulullah sebenarnya tidak ada larangan memberitahukan kepada orang. Namun hal itu dikhawatirkan akan menjadi riya.



Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto