Netral English Netral Mandarin
11:13wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
MUI & Kadin: Bank Syariah Indonesia Jadi Aset Besar Ekonomi Syariah

Jumat, 18-December-2020 15:00

Ilustrasi bank syariah
Foto : Istimewa
Ilustrasi bank syariah
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk., yang hingga kini proses pembentukannya masih berjalan. Dukungan senada juga dikeluarkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, atas kehadiran bank syariah hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara.

Dukungan diberikan karena entitas hasil merger tiga bank syariah milik Himbara ini diyakini bisa menjadi kebanggaan bagi Indonesia dan umat muslim.

Potensi Bank Syariah Indonesia tumbuh besar muncul karena bank ini memiliki nilai aset besar dibanding bank-bank syariah lain yang ada di Indonesia selama ini.

"Kami senang dan mendukung adanya Bank Syariah Indonesia. Kami berharap tidak hanya dari asetnya yang Rp200-an triliun itu, tapi juga dikembangkan kembali menjadi kebanggaan karena nama Syariah Indonesia-nya ini menjadi lambang kenegaraan dan lambang keislaman. Oleh karena itu saya mendukung full, ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Cholil Nafis di Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Menurut Cholil, awalnya ia berharap bank syariah besar yang lahir di Indonesia merupakan lembaga keuangan yang dibentuk sendiri, tanpa buah merger dari bank-bank eksisting. Akan tetapi, dia tetap mendukung kehadiran Bank Syariah Indonesia yang merupakan gabungan dari PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah. Mudah mudahan ini menjadi awal untuk Indonesia memproduksi atau menjadi kiblat perbankan syariah di seluruh dunia, ujarnya.

Respon positif atas pembentukan bank merger syariah milik Himbara juga datang dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, kehadiran Bank Syariah Indonesia merupakan hal wajar karena sesuai kebutuhan masyarakat.

Rosan berpendapat, Bank Syariah Indonesia bisa menjadi kekuatan besar dan membawa dampak positif bagi perkembangan industri keuangan syariah.

Besarnya kekuatan bank ini dianggap penting dan layak disoroti, karena dalam bisnis perbankan ukuran menjadi hal yang sangat penting untuk menentukan bisa/tidaknya sebuah perusahaan berkembang.

Size untuk perbankan sangat penting, apalagi kita sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, masa kita tidak mempunyai bank untuk bisa melayani kebutuhan dunia usaha dan penduduk kita yang sangat luar biasa? ujar Rosan.

Menurut Rosan, kehadiran Bank Syariah Indonesia bisa membantu terwujudnya perluasan dan peningkatan akses keuangan syariah di tengah masyarakatu

Dia juga menilai bank ini layak didukung seluruh elemen masyarakat. Ini kita harus dorong. Ke depannya keberadaan Bank Syariah Indonesia bukan hanya untuk masyarakat Indonesia tetapi sampai ke belahan dunia lainnya, katanya

“Tentunya akan memberikan dampak positif, terutama pada keuangan syariah kita yang memang masih membutuhkan pelebaran, pendalaman, dan penguatan terutama dari perbankan syariah di Indonesia, tutup Rosan.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan HP