Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:39wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Musni Umar: Pemerintah Harus Habisi Benny Wenda dan Pengikutnya

Jumat, 04-December-2020 10:40

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
Foto : Istimewa
Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar mengatakan, pemerintah, TNI/Polri harus menyatakan perang terhadap kaum separatisme di Papua.

Mereka yang dimaksud Musni adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM), maupun Pemimpin Kemerdekaan Papua Barat Benny Wenda, dan para pengikutnya. 

Menurut Musni, tidak ada pilihan untuk menghabisi pihak tersebut. Pasalnya mereka dinilai Musni sebagai ancaman yang akan melahirkan disintegrasi bangsa. 

"Seluruh kekuatan harus diarahkan habisi mereka," tegas Musni, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Jumat (4/12/2020).

Pernyataan ini disampaikan Musni menyusul deklarasi kemerdekaan di Papua Barat oleh Benny dan para pengikutnya. 

Menurut Musni, kejadian ini sangat memprihatinkan karena itu merupakan ancaman nyata tentang disintegrasi. Deklarasi kemerdekaan juga merupakan masalah sangat serius karena kita sudah bertekad bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. 

"Menurut saya, kita musti bersatu. Para elit Bangsa Indonesia, di dalam pemerintahan ataupun luar pemerintahan," tegas Musni. 

Upaya itu perlu dilakukan untuk mempertahankan NKRI dari ancaman separatisme yang sudah diumumkan atau di deklarasikan oleh Benny dan pengikutnya. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli