• Senin, 09 Maret 2020 | 19:47 WIB
    Dalam perayaan Haru Ulang Tahun Kemerdekaan (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966, Soekarno menyampaikan pidato terakhirnya yang biasa dikenal dengan sebutan “Pidato Jasmerah.” Di sini, ia sebenarnya menkritik sosok Soeharto.
  • Sabtu, 14 Desember 2019 | 12:20 WIB
    Seorang yang mengaku berinisial Dadap Waru, menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Soekarno. Surat itu ditulis di Jakarta pada 5 November 1965, berisi tentang teguran terkait dugaan PKI mendalangi G-30-S.
  • Kamis, 03 Oktober 2019 | 13:55 WIB
    Sebanyak 346 lokasi kuburan massal korban Tragedi 1965 di berbagai daerah di Indonesia yang ditemukan Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65 dilaporkan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.
  • Selasa, 01 Oktober 2019 | 07:40 WIB
    Pelacuran dalam dunia kampus bukan barang baru. Di penghujung era Orde Lama, kisah tentang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang menyewa pelacur cukup terang benderang digambarkan dalam film berjudul Gie (2005) besutan Riri Reza.
  • Sabtu, 28 September 2019 | 07:41 WIB
    Dalam disertasi berjudul Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto (2004), Budiawan menulis bahwa di masa Orde Baru, wacana ateis yang disematkan kepada mereka yang dituduh komunis begitu masif.
  • Sabtu, 28 September 2019 | 07:22 WIB
    Kisah penampakan sosok-sosok mengerikan yang dialami Tedjo di Gedung Infico, Jakarta.
  • Senin, 23 September 2019 | 13:32 WIB
    Menjelang tanggal 30 September, isu tentang komunisme biasanya kembali menyeruak. Beberapa tahun terakhir, isu tersebut selalu digunakan oleh kelompok tertentu untuk menggoreng pihak lawan.
  • Sabtu, 21 September 2019 | 09:36 WIB
    Istilah “kuntilanak wangi” terasa begitu tepat untuk menggambarkan bagaimana Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) tersemat julukan sebagai organisasi berkonotasi mengerikan, sadis, bengis, liar, haus seks, laksana hantu gentayangan.
  • Selasa, 17 September 2019 | 00:27 WIB
    Istilah Kuntilanak Wangi terasa begitu tepat untuk menggambarkan bagaimana Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) tersemat julukan sebagai organisasi berkonotasi mengerikan, sadis, bengis, liar, haus seks, laksana hantu gentayangan.
  • Sabtu, 14 September 2019 | 08:23 WIB
    Ada saja, teknik bagaimana membuat orang menderita dan kesakitan. Seolah, menentukan alat dan cara penyiksaan, ada tingkatannya. Inilah kisah penyiksaan yang dialami para tahanan politik tahun 1965.
     1 2 >