Netral English Netral Mandarin
10:13 wib
Tersiar informasi bahwa Kejaksaan Agung memeriksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan karena adanya unrealized loss investasi. Dibalik suksess harum bumbu masak mi instan indomie ternyata ada Hj Nunuk Nuraini yang kemarin, Rabu, (27/1/2021), tutup usia.
Novel: HRS Imam Besar Umat Islam di Dunia, Pengikutnya Lebih Banyak dari Khomeini

Sabtu, 07-November-2020 22:38

Imam Besar FPI.
Foto : PA 21
Imam Besar FPI.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menanggapi sejumlah pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD tentang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).

Pertama, Novel mengomentari pernyataan Mahfud bahwa Habib Rizieq bukanlah sosok penting seperti pemimpin spiritual Syiah yang juga tokoh revolusi Iran Ayatollah Khomeini yang dianggap suci oleh rakyat Iran.

Menurut Novel, Mahfud MD gagal paham tentang agama Islam, karena dalam Islam tidak ada manusia yang dianggap suci kecuali Nabi Muhammad SAW.
"Jelas dia (Mahfud) sudah gagal paham yang akut tentang agama karena dalam Islam tidak ada manusia suci, kecuali Rasulullah," kata Novel kepada netralnews.com, Sabtu (7/11/2020).

Baca Juga :


"Kalau pun ada yang mengatakana ada manusia suci adalah agama lain di luar Islam namun mengaku Islam, yaitu ajaran Syiah. Dengan begitu, apa manusia itu penganut Syiah sehingga percaya ada manusia suci seperti Khomeini?" sambungnya.

Lagi pula, lanjut Novel, tidak ada satu pun pendukung Habib Rizieq yang menganggap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu sebagai orang suci.
"Tidak ada satu pun pengikut HRS yang mengatakan bahwa HRS adalah orang suci," ujar Wakil Ketua Dewan Muzakarah Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) DKI Jakarta itu.

Novel kemudian merespons pernyataan Mahfud yang mengatakan pengikut Habib Rizieq hanya sedikit jika dibanding keseluruhan umat Islam di Indonesia.
Menurut Novel, pengikut Habib Rizieq jauh lebih banyak dari Khomeini. Bahkan, tokoh FPI itu menyatakan Habib Rizieq sebagai iman besar umat Islam di dunia.

"Adapun HRS jelas banyak pengikutnya dan jauh lebih banyak dibanding Khomeini. Karena tahun 2018 di Indonesia bisa mengumpulkan massa sampai 13 juta orang," ungkap Novel.

"Dan ingat, Indonesia adalah umat Islam yang paling terbanyak di dunia, jadi sudah otomatis HRS adalah Imam besar umat Islam di dunia, sedang Syiah berapa sih jumlahnya dengan penduduk yang mengikuti ajaran Syiah," pungkasnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah tidak pernah secara khusus membahas soal kabar kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air dan memimpin revolusi akhlak.

Hal tersebut disampaikan Mahfud merespons kabar soal kabar kepulangan Habib Rizieq dalam waktu dekat dan akan memimpin revolusi akhlak.
"Terus terang pemerintah tidak pernah membahas itu secara khusus. Kita tidak menganggap itu serius," kata Mahfud dalam program The One di kanal YouTube CokroTV, Selasa (3/11/2020).

Pasalnya, menurut Mahfud, Rizieq bukanlah sosok seperti Ayatollah Khomeini, tokoh revolusi Iran dan juga Pemimpin Agung Iran pertama yang dianggap orang suci oleh rakyat Iran.

Diketahui, Khomeini meninggalkan tempat pengasingan di Kota Paris untuk pulang ke Iran memimpin revolusi dan akhirnya sukses menggulingkan pemerintahan Mohammad Reza Pahlavi pada 1979.

Kepulangan Khomeini kala itu disambut oleh ratusan ribu masyarakat di Bandara Mehrabad dan ribuan lebih masyarakat yang berjajar sepanjang jalan setelah tiba dari Teheran.

"Karena Rizieq Shihab itu bukan Khomeini. Kalau Khomeini mau pulang dari Paris seluruh rakyatnya mau menyambut, karena Khomeini orang suci," ungkap Mahfud.
Sedangkan Rizieq, lanjut Mahfud, tidak memiliki banyak pendukung. Karenanya, ia menegaskan, pemerintah tidak khawatir dengan kepulangan Rizieq termasuk soal kabar bakal memimpin revolusi akhlak.

"Kalau Rizieq Shihab kan pengikutnya tidak banyak juga, kalau dibandingkan dengan umat Islam pada umumnya. Jadi kita tidak khawatir juga," jelas Mahfud.
Lebih lanjut, Mahfud menyebut Rizieq pulang atau tidak itu merupakan urusan pribadinya dan pemerintah juga tidak akan menghalangi. "Soal Rizieq Shihab mau pulang, mau ndak, itu kan urusan Rizieq Shihab, kita tidak boleh menghalangi," jelas Mahfud.

Reporter : sulha
Editor : sulha