Netral English Netral Mandarin
05:20 wib
Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati. Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1).
Peserta Aksi 1812 Bawa Senjata Tajam, Novel: Itu Penyusup, Sudah Diskenariokan

Sabtu, 19-December-2020 07:45

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
Foto : PA 212
Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyebut, sejumlah orang yang ditangkap polisi dalam Aksi 1812 karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam) merupakan penyusup.

Menurutnya, orang-orang tersebut bukan bagian dari massa Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak) NKRI yang menggelar Aksi 1812 di Jakarta pada Jumat (18/12/2020) kemarin.

"Itu penyusup," kata Novel kepada netralnews.com, Sabtu (19/12/2020).



Novel berpendapat, kehadiran massa yang membawa sajam dalam Aksi 1812 merupakan skenario dari pihak tertentu dengan tujuan melakukan pembusukan opini dan pembunuhan karakter terhadap ormas-ormas yang tergabung dalam ANAK NKRI, seperti FPI, PA 212 dan GNPF Ulama.

"Memang sudah diskenariokan oleh oknum tertentu untuk melalukan pembusukan opini dan pembunuhan karakter FPI secara terus menerus," ungkap tokoh FPI itu.

Alasan Novel mengatakan massa yang ditangkap polisi bukan bagian dari FPI, karena ormas yang dipimipin Habib Rizieq Shihab (HRS) itu melarang keras para Laskar FPI membawa sajam, senjata api dan bahan peledak. Hal itu, lanjutnya, tercantum dalam lima poin 'Larangan Anggota FPI'.

Berikut bunyi lima poin Larangan Anggota FPI dalam kartu keanggotaan Laskar FPI sebagaimana yang ditunjukkan Novel Bamukmin.

1. Dilarang melanggar hukum agama dan hukum negara

2. Dilarang melakukan pelecehan penganiayaan, perusakan, penjarahan, dan pembunuhan

3. Dilarang membawa, menggunakan senjata tajam dan senjata api, serta bahan bakar atau peledak

4. Dilarang melindungi, meminta atau menerima bantuan apapun dari pengusaha tempat maksiat

5. Dilarang melakukan aksi apapun tanpa mengikuti prosedur standar.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap 155 peserta Aksi 1812 di Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (18/12/2020). Mereka ditangkap oleh polisi yang sedang melakukan penyekatan di perbatasan Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, dari 155 orang tersebut aparat keamanan menemukan narkoba jenis ganja dan senjata tajam seperti celurit dan samurai.

 “Yang ditemukan membawa ganja, di daerah Depok. Jadi kita akan proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Yusri saat dikonfirmasi, Jumat (18/12/2020).

Seperti diberitakan, ormas FPI, PA 212 dan GNPF Ulama yang tergabung dalam
Anak NKRI menggelar Aksi 1812 bertajuk 'Tegakkan Keadilan, Selamatkan NKRI' di Jakarta, pada Jumat (18/12/2020) siang.

Aksi 1812 digelar terkait kasus penembakan 6 laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek dan penahanan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab oleh Polda Metro Jaya dalam kasus kerumunan di Petamburan beberapa waktu lalu.

Ada sejumlah tuntutan yang disuarakan Anak NKRI dalam Aksi 1812, diantaranya usut tuntas kasus tewasnya 6 Laskar FPI, bebaskan Habib Rizieq tanpa syarat, stop kriminalisasi ulama dan stop diskriminasi hukum.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani